PASAR DUNIA TRANSAKSI BERKAH DAN TERPERCAYA

Pasar Dunia Membantu Penjualan dan pembelian barang dan jasa yang anda perlukan.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Agribisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agribisnis. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 September 2016

Jual Ayam Jago Jali Berjambul

Pasar Dunia. Jual Ayam Jali Berjambul

Melayani jual ayam Jali Berjambul dengan berbagari ukuran. Ayam dewasa dengan jambul sudah sangat panjang dan berjalu (taji) panjang. Di samping itu ada ayam Jali Walik atau Bulu Terbalik. Bagi yang berminat silahkan hubungi kami di nomor telephon dibawah ini:

0813-1162-7762















Selasa, 24 Maret 2015

Dampak Konversi Jagung Indonesia Sebagai Etanol di Pasar Dunia

Litbang Deptan (25/01), Akhir-akhir ini di pasar dunia terjadi konversi jagung menjadi bahan bakar nabati (etanol) yang berdampak pada perdagangan jagung dunia dan ketersediaan jagung di Indonesia. Penelitian ini bertujuan (1) menganalisis perilaku pasar domestik dan pasar dunia jagung, (2) menganalisis dampak konversi jagung menjadi etanol terhadap ketersediaan jagung di Indonesia, dan (3) menyusun kebijakan untuk meningkatkan ketersediaan jagung di Indonesia. Dengan menggunakan data time series 1983-2006 dan model ekonometrik simultan yang diduga dengan prosedur 2SLS, dapat diketahui bahwa (1) terdapat keterkaitan perilaku antara pasar domestik dan pasar dunia melalui peubah harga impor jagung, (2) konversi jagung menjadi etanol di pasar dunia menurunkan ketersediaan jagung di Indonesia tetapi meningkatkan pangsa produksi domestik terhadap ketersediaan jagung, dan (3) kebijakan subsidi pupuk dan tarif impor mampu mendorong peningkatan produksi, sehingga pangsa produksi domestik tehadap ketersediaan jagung meningkat.

Sabtu, 29 Maret 2014

Pasar sidat dunia

  • Pasar sidat dunia
  • Sidat dan Belut adalah sekelompok ikan berbentuk mirip ular yang termasuk dalam kelompok synbrancidae SOURCE : UN COMTRADE– 2011FORECAST
  • SOURCE : UN COMTRADE– 2011FORECAST
  • MANFAAT 1. 2. Makanan bergizi tinggi Mengandung i. Zat Besi, untuk hemoglobin ii. Fosfor, pemberi energi dan metabolisme lemak, Karbohidrat iii. Vitamin A,D,E,K iv. Vitamin B Kesehatan SOURCE : UN COMTRADE– 2011FORECAST
  • Ekspor Sidat dan Belut Didunia Period Trade Value 2011 $53,500,179 2010 $37,234,808 2009 $37,449,635 2008 $39,509,643 SOURCE : UN COMTRADE– 2011FORECAST
  • Import Sidat dan Belut Didunia Period 2011 2010 2009 2008 Trade Value $43,806,397 $49,284,352 $58,490,095 $73,218,698 SOURCE : UN COMTRADE– 2011FORECAST
  • Eksportir Belut Didunia Nama Negara China Canada Denmark USA New Zealand Lainnya Nilai perdagangan 65,108,171 16,088,886 15,235,919 14,044,612 8,437,642 48,779,035 SOURCE : UN COMTRADE– 2011FORECAST
  • Statistic Eksportir Belut Didunia Nilai perdagangan 48,779,035 65,108,171 China Canada Denmark 8,437,642 USA 14,044,612 15,235,919 16,088,886 New Zealand Lainnya SOURCE : UN COMTRADE– 2011FORECAST SOURCE : UN COMTRADE– 2011FORECAST
  • Ekspor Sidat dan Belut Indonesia Country World Rep of Korea China, Hongkong, SAR Japan Malaysia USA Vietnam Thailand other Asia Curacao Singapore 2010 2011 Trade Net Trade Net Weight Value Weight Value (Kg) 7,635,526 1,026,291 1,280,852 352,039 20 5 382,479 2,044 26,700 6,412 10,958 0 0 88 21,100 0 4,332 21,800 740 3,495 0 0 88 19,805 0 2,902 299,170 184,800 147,401 133,000 83,442 0 36,278 13,804 496 31,865 66,000 47,597 250 151,675 0 39,561 12,551 496 SOURCE : UN COMTRADE– 2011FORECAST SOURCE : UN COMTRADE– 2011FORECAST
  • Ekspor Sidat dan Belut Indonesia 8,000,000 7,000,000 World 6,000,000 Rep of Korea China, Hongkong, SAR 5,000,000 Japan 4,000,000 Malaysia 3,000,000 USA Vietnam 2,000,000 Thailand other Asia 1,000,000 Curacao 0 Trade Value Trade Value 2010 Singapore 2011 SOURCE : UN COMTRADE– 2011FORECAST
  • Kebutuhan Pasar Domestik Kota Jumlah Penduduk Kebutuhan Ton/Hari Jabodetabek Surabaya Semarang Yogyakarta 15 Juta 5 Juta 4 Juta 3 Juta 7,5 2,5 2 1,5 SOURCE : UN COMTRADE– 2011FORECAST

Kamis, 27 Maret 2014

Mendong Masuk Pasar Dunia

Mendong Masuk Pasar Dunia

Marketing.co.id- Sebagaian masyarakat mungkin menganggap bahwa anyaman tikar, tas, atau topi umumnya dari bambu atau pandan. Padahal anyaman-anyaman tersebut ada juga yang terbuat dari mendong.
Mendong (Fimbristylis globulosa) adalah salah satu tumbuhan yang hidup di rawa, tanaman ini tumbuh di daerah yang berlumpur  dan memiliki air yang cukup. Mendong merupakan salah satu gulma dari golongan teki (Cyperaceae) dari jenis rumput, dan biasanya tumbuh dengan panjang lebih kurang 100cm.
Pada masyarakat Tasikmalaya mendong antara lain dimanfaatkan sebagai bahan dasar untuk membuat tikar, sandal, dan boks untuk tempat tisu. Produk ini termasuk ramah lingkungan karena mengambil bahan dari alam dan limbahnya dapat diurai oleh alam juga.
Sekarang ini hasil diversikasi yang berbahan dasar anyaman mendong, dapat dilihat pada produk interior ruangan, box multiguna, peralatan rumah tangga, peralatan kantor dan lainnya. Bahkan untuk jenis tikar pun, sudah berkembang bentuk/ jenis struktur anyamannya menjadi lebih menarik serta praktis.
Menurut Endang Kurnawan, pengrajin mendong dari Tasikmalaya ini mengatakan, “Respon pasar cukup baik untuk kerajinan mendong ini, ditunjukan dengan permintaan pasar yang terus meningkat, bahkan usaha kami saja sudah di ekspor ke Thailand, Brunai, dan Prancis,” kata pemilik usaha Chahyati Craft.
Dalam usaha yang digeluti Endang ini, sudah mempekerjakan sekitar 100 perajin mulai dari beberapa tahun lalu. Soal harga yang ditawarkan tidak perlu merogoh kocek dalam- dalam. Ada anyaman yang seharga Rp 30.000, ada pula yang berharga Rp150.000.

Selasa, 25 Maret 2014

Gambir Sumatera Barat Menguasai 90 % Pasar Dunia

Gambir Sumatera Barat Menguasai 90 % Pasar Dunia.

MIT/. Tidak banyak Propinsi di Indonesia yang mampu menjadikan komoditasnya menjadi komoditas unggulan yang mampu mendominasi pasar dunia. Salah satunya adalah Sumatera Barat dengan tanaman gambir. Tanaman Gambir atau uncaria gambir roab merupakan komoditas unggulan propinsi Sumatera Barat yang mampu memasok 90 persen kebutuhan pasar dunia dengan tujuan utama ke India, Pakistan, Singapura, Thailand dan Malaysia. Dari data tahun 2005 Dinas Perkebunan Propinsi Sumatera Barat total luas areal tanaman gambir di Sumatera Barat adalah 19.658 dengan Daerah penghasil utama tanaman ini di adalah Kabupaten 50 Puluh Kota seluas 13.558 Ha dan di kabupaten pesisir selatan seluas 4.714 Ha dan sisanya tersebar di delapan kabupaten lainnya di Sumatera Barat. Realisasi ekspor gambir pada tahun 2003 mencapai US$.668,523 kemudian meningkat sebesar 44,6 % pada tahun 2004 menjadi US$.967,000 (bisnis-18 Okt 2005). dan pada tahun 2005 total nilai ekspor sebesar USD.622,460.00 dengan pencapaian produksi sebesar 13.249 Ton. (Statistik Dinas Bun Sumbar 2005)

Umumnya tanaman yang mengandung Zat. Katecin, Tamin, Kateku, Kuesetin, Flouresin, Lendir, lemak dan Lilin. Digunakan untuk kebutuhan industri Farmasi, kosmetik, penyamak kulit dan batik. Selain juga digunakan penduduk sebagai ramuan untuk mengkonsumsi sirih dan obat untuk sakit perut. Gambir dapat dipanen 2 hingga 4 kali dalam setahun selama 15 tahun sejak pertama dipanen tetapi seperti komoditi unggulan lainnya diberbagai daerah, Tanaman gambir di Sumatera Barat juga mengalami masalah klasik yaitu terjadi fluktuasi harga ditingkat petani yang berdampak langsung bagi kesejahteraan petani.(hn.Humas.PPHP)
sumberhttp://www.agribisnis.net/disp_informasi/1/1/0/142/gambir_sumatera_barat_menguasai_90___pasar_dunia_.html

Sabtu, 15 Maret 2014

5 Produk Eksotis Indonesia yang Mampu Bersaing di Pasar Dunia

5 Produk Eksotis Indonesia yang Mampu Bersaing di Pasar Dunia

Indonesia sebagai negara berkembang menjadi lahan subur bagi negara lain, khususnya negara maju, untuk mendulang dolar. Keterbatasan produk berkualitas ditambah dengan hegemoni masyarakat yang bangga dengan produk luar negeri menjadikan pengusaha asing berlomba-lomba untuk menancapkan kuku bisnisnya di Indonesia.
Dalam taraf normal hal tersebut memiliki efek baik bagi perkembangan dunia investasi di Indonesia. Akan tetapi bila sudah berlebihan, bisa berefek buruk bagi kelangsungan hidup para pengusaha nasional maupun lokal yang masih berskala menengah dan kecil. Bukan hanya berpengaruh pada bidang perekonomian saja, tetapi juga akan berimbas pada pergeseran budaya.
Padahal dengan sedikit keseriusan dari pengusaha dan kesungguhan dukungan pemerintah, banyak produk khas Indonesia yang mampu bersaing dengan produk sejenis dari luar negeri. Tidak menutup kemungkinan produk-produk tersebut bisa bersaing di pasar dunia, yang efeknya akan meningkatkan jumlah ekspor. Dengan peningkatan jumlah ekspor, didukung pula dengan berkurangnya jumlah impor diharapkan bisa mengurangi defisit neraca perdagangan Indonesia yang baru-baru ini justru “ditinggal pergi” menterinya.
Setidaknya ada 5 (lima) produk khas Indonesia yang berpotensi memiliki daya jual tinggi di pasar luar negeri. Kelimanya menawarkan eksotisme khas Indonesia.
.
1. Kopi
Indonesia merupakan negara penghasil kopi terbesar ketiga di dunia setelah Brasil dan Vietnam (Indo-China). Bukan hanya jumlah kopinya saja yang besar. Lebih dari itu, Indonesia dikaruniai tanah yang unik sehingga kopi-kopi yang dihasilkan juga memiliki citarasa yang unik sesuai dengan indikasi geografisnya.
Sebut saja Kopi Gayo, Kopi Mandaling, dan Kopi Lampung dari tanah Sumatera. Kopi Kintamani dari tanah Dewata. Kopi Toraja dari Pulau Sulawesi. Dan yang sedang naik daun saat ini adalah Kopi Luwak.
Namun ironisnya orang Indonesia, khususnya anak muda, justru lebih bangga ketika sedang jalan-jalan mampir ke Starbucks Coffee. Jalan-jalan di mall lebih keren sambil menenteng gelas Starbucks. Uang 30 ribu rupiah untuk secangkir kecil espresso (kopi hitam) dianggap tak mahal demi menaikkan gengsi. Padahal faktanya Amerika bukan negara penghasil kopi, tetapi Starbucks Coffee mampu menjual kopi dengan harga mahal ke seluruh dunia, dan justru menjadi andalan orang Indonesia.
Dengan melimpahnya hasil kopi dan beragamnya jenis citarasa yang khas, seharusnya (pengusaha) Indonesia mampu membuat produk kopi yang setenar Starbucks Coffee dan memasarkannya ke seluruh dunia dengan harga tinggi.
2. Rendang
Rendang adalah makanan khas daerah Padang. Umumnya bahan makanan yang dimasak dengan cara dan bumbu rendang adalah daging sapi. Tetapi sekarang telah banyak bermunculan makanan lain yang dimasak dan dibumbui rendang.
Bumbu rendang sendiri didominasi oleh rempah-rempah yang bercitarasa khas, di antaranya lengkuas, jahe, kemiri, cabe merah, batang serai, dan santan kelapa. Cara memasaknya pun juga khas. Dibutuhkan keahlian khusus untuk memasak rendang yang dagingnya empuk dan bumbunya benar-benar meresap ke dalam daging.
Namun lagi-lagi rendang daging masih harus bersaing ketat di rumahnya sendiri dengan produk makanan berbahan dasar daging dari luar negeri, misalnya burger Amerika dan kebab Turki.
Sebenarnya dari segi keeksotisan rasa rendang daging tak kalah enak dengan burger atau  kebab. Akan tetapi gerai-gerai waralaba di halaman parkir swalayan modern dan mall diramaikan dengan produk-produk burger, kebab, dan sosis.
Seharusnya rendang daging mampu diekspor untuk bersaing di pasar dunia dan terangkat derajatnya mengalahkan McDonalds atau King Burger. Apalagi beberapa bulan yang lalu rendang daging sempat dinobatkan sebagai makanan paling enak di dunia.
3. Silat
Silat adalah salah satu seni bela diri khas Indonesia. Di Indonesia banyak sekali aliran silat mulai dari Silat Harimau dari ranah Sumatera sampai dengan silat Cimande dari tanah Betawi. Gerakan-gerakan jurusnya begitu indah bak tarian sekaligus mematikan. Di samping itu dalam ilmu bela diri silat juga diajarkan kearifan-kearifan lokal macam keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan dan rasa hormat pada guru atau orang tua.
Sayangnya silat masih kalah pamor dibandingkan dengan Kung Fu China, Mua Thai Thailand, Karate Jepang, atau Taekwondo Korea. Apalagi sekarang anak muda sedang demam Korea, jadilah semua hal yang bertema Korea dipelajari termasuk taekwondo.
Dilihat dari aspek seni dan keefektifan bela dirinya, silat sebenarnya tak kalah hebat dengan seni bela diri bangsa lain. Silat bisa dijual ke pasar dunia lewat bebagai cara. Jalan paling efektif adalah melalui film. Sudah banyak bukti yang menunjukkan bahwa film merupakan media berjualan yang paling efektif. Mua Thai dikenal luas di dunia lewat film produksi Thailand berjudul Ong Bak. Apalagi Kung Fu China, jangan ditanya sudah berapa ratus film produksi Cina tentang kung fu yang menembus pasar perfilman dunia.
Sebenarnya film The Raid—yang sekuel keduanya akan dirilis tahun ini—sudah baik dalam menyajikan seni bela diri silat lewat film, bahkan banyak dipuji di Hollywood sana. Ditambah pula dipercayainya Joe “Hantam Mereka” Taslim sebagai salah satu aktor dalam The Raid untuk ikut membintangi film fenomenal Fast and Furious 6. Hanya saja sineas Indonesia masih kurang kuat dalam hal membangun jalan ceritanya. Untuk efek dan adegan laganya sudah sangat baik, tetapi kurang didukung dengan jalan cerita yang unik dan menarik.
4. Minuman Beralkohol dari Nira Kelapa
Meskipun minuman beralkohol di Indonesia diidentikkan dengan kejahatan dan tindak kriminal, tetapi tak bisa dipungkiri bahwa bangsa Indonesia punya tradisi khas mengenai minuman beralkohol. Iklim tropis di Indonesia menjadikan pohon kelapa dan jenis palem lainnya dapat tumbuh subur. Selain kayu, daun, buah, bahkan kulit buahnya, masih ada lagi bagian dari pohon kelapa yang bisa dimanfaatkan yaitu nira.
Nira adalah air sadapan mayang (bunga kelapa). Air ini kemudian difermentasi dengan cara tradisonal dan akan menghasilkan minuman beralkohol bernama arak (Inggris:arrack). Para penikmat minuman beralkohol mengatakan bahwa rasa arak nira sangat khas, diantara rasa wine dengan rum. Sedangkan kadar alkohol yang dihasilkan berkisar antara 38% sampai dengan 50%
Amerika punya wiski, Rusia punya vodka, Jepang punya sake, Perancis punya sampagne dan cognac. Semuanya memiliki citarasa yang khas dan memiliki pasar yang bagus di dunia. Sangatlah mungkin arak nira Indonesia menjadi produk andalan yang tersebar di pasar dunia dan mampu bersaing ketat dengan minuman-minuman beralkohol dari negara lain yang telah lebih dulu mendunia.
5. Batik
Sejak dipatenkan dan diakui oleh Unesco sebagai budaya asli Indonesia, batik telah naik kasta dari posisi sebelumnya yang dianggap pakaian wong ndesa. Sekarang artis dan pejabat sudah tidak malu lagi memakai batik dalam berbagai acara. Para desainer juga mulai aktif berkreasi dengan motif batik pada busana rancangan mereka. Dengan sedikit ketekunan dan kesabaran dalam mempromosikannya, yakinlah bahwa batik akan mendunia. Dengan keberanian mengkreasikan motif batik ke dalam produk-produk dengan cara yang out of the box, yakinlah batik akan mampu mendunia dan bersaing dengan Kimono Jepang.
Namun masih ada yang perlu menjadi perhatian kita semua. Bahwasannya paten atas batik bukan hanya dalam hal motif kainnya. Objek yang juga dipatenkan adalah proses dan teknik pembuatan batiknya, mulai dari pembuatan pola, pembatikan dengan cairan malam, sampai menjadi kain bermotif batik yang siap dijual ke pasaran. Sayangnya, proses pembuatan ini hanya dikuasai oleh orang-orang tertentu saja. Sedangkan masyarakat dan generasi muda pada umumnya belum banyak yang tahu. Seharusnya pemerintah punya misi khusus agar proses pembuatan batik ini bisa diketahui oleh orang awam, sehingga kelestariannya tetap terjaga dan hak paten tetap bisa kita pertahankan.
.
Lima produk tersebut hanya sebagian kecil saja dari ribuan produk khas dan endemik Indonesia yang sebenarnya punya daya jual tinggi di pasar dunia. Hanya saja tampaknya belum ada keseriusan dari para pengusaha nasional dan dukungan pemerintah dalam rangka mengeksplorasi produk-produk ini.
Pemerintah harus menjadi tulang punggung pertumbuhan pengusaha-pengusaha kecil dan menengah agar produknya mampu mendunia. Jangan justru melindungi pengusaha-pengusaha asing bermodal besar yang pelan-pelan menghisap kekayaan Indonesia tanpa kita sadari, seperti lintah.
sumberhttp://ekonomi.kompasiana.com/bisnis/2014/02/05/5-produk-eksotis-indonesia-yang-sebenarnya-mampu-bersaing-di-pasar-dunia-629600.html

Selasa, 11 Maret 2014

Minyak Sawit Indonesia Dominasi Pasar Dunia

Minyak Sawit Indonesia Dominasi Pasar Dunia

London - Permintaan minyak sawit Indonesia terus meningkat dan semakin mendominasi pasar dunia itu menjadi topik hangat pembahasan dalam acara diskusi bersama Ketua Dewan Minyak Sawit Indonesia, Derom Bangun, yang diselenggarakan KJRI Hamburg, Sabtu(30/11).
Kehadiran Derom Bangun di Hamburg sebagai pembicara dalam "Oil World Outlook Conference" yang diorganisir ISTA Mielke GmbH (Oil World), perusahaan yang bergerak di bidang analisis data dan menyediakan informasi mengenai perkembangan pasar minyak dunia. Demikian yang dikemukakan oleh Minister Counselor Konsulat Jenderal RI Hamburg, Andi D. Yudyachandra, Sabtu (30/11).
Dalam diskusi mengenai Informasi Terbaru Industri Sawit Indonesia, yang dihadiri sekitar 100 peserta terdiri berbagai kalangan Derom Bangun mengatakan sebagai produsen kelapa sawit terbesar dunia, isu minyak sawit merupakan hal yang sangat penting bagi Indonesia.
Dikatakannya di pasar dunia, komoditi minyak sawit semakin mengungguli minyak kedelai dan bersaing dengan minyak nabati lain seperti minyak kanola dan minyak bunga matahari.
Berdasarkan data Kementerian Pertanian RI, ekspor komoditi minyak sawit Indonesia pada tahun 2012 senilai 26 juta dolar AS, meningkat dari tahun 2010 dan 2011 masing-masing sebesar 20,394,174 dan 23,500,000 dolar AS.
Derom Bangun menyampaikan informasi terbaru mengenai minyak sawit Indonesia yang bermanfaat untuk menambah wawasan bagi masyarakat Indonesia di luar negeri sekaligus masukan dari peserta untuk diteruskan kepada stakeholders maupun kalangan petani dan pengusaha kelapa sawit di Indonesia.
Menurut Derom Bangun, minyak sawit memberi manfaat bagi petani dan masyarakat. Dari 9,1 juta ha lahan yang digunakan untuk perkebunan kelapa sawit di Indonesia, 42 persen diantaranya dimiliki petani dan membantu meningkatkan taraf hidup petani dan keluarga.
Meskipun terdapat berbagai kritikan mengenai produksi minyak sawit Indonesia, pada kenyataannya Pemerintah RI bersama dengan pemangku kepentingan terkait terus meningkatkan perlindungan lingkungan dalam industri kelapa sawit di Indonesia termasuk dengan menerapkan praktek "zero burning" dalam membuka lahan perkebunan kelapa sawit.
Diproyeksikan minyak sawit tetap akan mendominasi di Uni Eropa mengingat salah satu keunggulan produksi minyak sawit adalah kemampuan teksturnya untuk tetap bersifat padat dalam suhu ruangan dibandingkan minyak-minyak jenis lain yang bersifat cair.
Kelapa sawit memiliki keunggulan efisiensi lahan dengan tingkat produktivitas yang tinggi.
Sebagai contoh, berdasarkan data Oil World 2011, dari perbandingan data untuk luas lahan perkebunan yang digunakan untuk memproduksi minyak nabati, kelapa sawit hanya menggunakan lahan sebanyak 12 juta ha atau 5 persen dari total lahan sebesar 253,923,000 ha, dibandingkan dengan kedelai sebanyak 41 persen, kanola 13 persen, bunga matahari 10 persen dan lain-lain sebesar 3 persen.
Derom Bangun mengatakan bahwa Indonesia memiliki pengaruh yang sangat besar di dunia, sehingga diharapkan Indonesia dapat menghasilkan 42 juta ton minyak sawit untuk kebutuhan tahun 2020, meningkat dari estimasi produksi 2014 sebesar 29,5 juta ton.
Tantangan yang tengah dihadapi saat ini adalah memasukkan komoditi minyak sawit dalam agenda APEC, yaitu dengan merumuskan komoditi tersebut sebagai produk yang sustainable dan inklusif, banyak melibatkan petani dan berperan mengurangi kemiskinan.
Sementara itu Konsul Jenderal RI Hamburg, Marina Estella Anwar Bey mengatakan kelapa sawit merupakan produk komoditi primadona Indonesia dan Uni Eropa menempati peringkat ketiga dalam 10 besar negara tujuan utama ekspor minyak sawit Indonesia.
Dikatakannya pemberitaan mengenai dampak negatif produk minyak sawit bagi kesehatan maupun pandangan konsumen di Eropa yang mengaitkan produksi kelapa sawit penyebab berkurangnya populasi Orang Utan atau menjadi penyebab deforestasi menghambat masuknya produk minyak sawit Indonesia di negara-negara Uni Eropa.
Penulis: /RIN
Sumber:ANT

Rabu, 26 Februari 2014

Potensi Arang Batok Kelapa Tembus Pasar Dunia

Potensi Arang Batok Kelapa Tembus Pasar Dunia

Seringkali kali kita melihat limbah tempurung atau batok kelapa yang berceceran di pasar-pasar tradisional. Padahal batok kelapa itu merupakan bahan baku untuk dijadikan arang yang bernilai ekonomis. 
Potensi bisnis arang batok kelapa sangatlah besar, baik untuk konsumsi dalam negeri maupun luar negeri. Didalam negeri sendiri kebanyakan dipakai untuk keperluan memanggang, konsumennya kebanyakan adalah pedagang sate. Yang mengejutkan lagi ternyata harga arang batok kelapa di tingkat dunia cukup tinggi yaitu Rp 2.000.000,- per ton. Pangsa pasarnya adalah Cina dan Korea Selatan yang memerlukan arang batok kelapa untuk memasak di restoran sedangkan pangsa pasar Eropa memerlukan arang batok kelapa untuk memanggang. 
Proses pengolahan tempurung kelapa menjadi arang dilakukan dengan cara dibakar. Setumpuk tempurung kelapa dimasukkan ke dalam drum. Kemudian, tempurung kelapa dibakar sedikit demi sedikit hingga penuh. Setelah semalaman barulah kemudian diayak untuk menyaring batok yang berkualitas baik seperti yang tampak di pinggiran kali di daerah kotabambu Jakarta Barat. Didaerah ini ada beberapa pembuat arang batok yang telah beroperasi sejak tahun 1980an. 
Usaha ini cukup berhasil menghidupi keluarga mereka selama ini, sebenarnya dari tahun ke tahun permintaan akan arang batok kelapa terus meningkat. Setiap hari sudah ada para pengepul yang siap menampung arang batok. 
Masih besarnya potensi arang batok kelapa merupakan salah satu peluang usaha yang memiliki prospek bagus bagi usaha kecil. (Herianus) 

Selasa, 25 Februari 2014

Kopi Gayo Bisa Menjadi Komoditas Unggulan di Pasar Dunia

FRONTROLL.com Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal Helmy Faishal Zaini mengatakan, kopi yang ditanam petani di daerah tertinggal tidak kalah kualitas cita rasanya dengan kopi produk luar negeri. 

Bahkan sebagai produk unggulan, kopi dari banyak daerah di Indonesia sudah diakui sebagai salah satu kopi terbaik dunia, termasuk kopi Gayo, Bener Meriah, Nangroe Aceh Darussalam (NAD). Ia yakin, kopi Gayo bisa menjadi produk unggulan di pasar dunia. 

"Saya acungi jempol, produksi kopi Gayo di Takengon, Bener Meriah, bisa meningkat pesat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Beberapa kedai kopi dengan merek ngetop di Amerika mengambil pasokan kopi dari Takengon," kata Helmy di Jakarta, akhir Desember 2013 silam.

Menurutnya, banyak daerah di Indonesia merupakan penghasil kopi berkualitas tinggi dan sudah ekspor ke negaranegara besar di Eropa dan Amerika. Meski demikian, beberapa daerah penghasil kopi masih kesulitan untuk memenuhi banyaknya permintaan ekspor karena para petani kopi masih menggunakan metode manual. 

"Kementerian PDT banyak memberi pendampingan dan bantuan untuk memudahkan petani kopi meningkatkan produksi kopinya," ujar Helmy. (tmp)

sumberhttp://www.frontroll.com/berita-5611-kopi-gayo-bisa-menjadi-komoditas-unggulan-di-pasar-dunia.html

Buah-buahan Indonesia Siap Masuki Pasar Dunia


Buah tropis khas Indonesia siap masuki pasar buah dunia. Sejak tahun 2012 PTPN VIII gencar mengembangkan tanaman buah tropis, seperti manggis, durian, pisang dan papaya. Tahun ini buah-buahan produksi PTPN VIII mulai masuki pasar Singapura.
Mulai tahun ini buah tropis hasil PTPN VIII mengisi pasar Singapura, dan dalam beberapa tahun ke depan siap menembus pasar China dan negara lainnya, kata Menteri BUMN Dahlan Iskan, seperti dikutip dari Kompas.com.
Bila selama ini Indonesia mengimpor buah dari China, maka Indonesia harus menggempur balik buah tropis yang tidak bisa diproduksi di China untuk di ekspor ke wilayah itu, kata Dahlan.
Sementara Dirut PTPN VIII, Dadi Sunardi menjelaskan sejak dirintis pada tahun 2012 lalu, luas areal tanaman buah-buahan milik PTPN VIII kini sudah mencapai 4.017 hektar terdiri atas buah pisang, pepaya, manggis, durian, alpukat, dan buah lainnya. Dari luasan lahan tersebut, jenis buah pisang memiliki areal paling luas yakni mencapai 1.342 hektare.
Pengembangan komoditas buah-buahan PTPN VIII selain meningkatkan pendapatan perusahaan melalui optimalisasi lahan, juga menangkap peluang potensi pasar yang besar terhadap kebutuhan akan buah-buahan, baik pasar lokal maupun pasar luar negeri, kata Dadi.
sumberhttp://indovasi.or.id/content/buah-buahan-indonesia-siap-masuki-pasar-dunia#sthash.KFxxNV1S.dpuf