PASAR DUNIA TRANSAKSI BERKAH DAN TERPERCAYA

Pasar Dunia Membantu Penjualan dan pembelian barang dan jasa yang anda perlukan.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 15 Februari 2015

Teori Laba dan Ekonomi

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Illahi Rabbi yang senantiasa telah memberikan rahmat serta taufik dan hidayahnya kepada kami semua sehingga kami dapat menyajikan suatu karya berupa makalah Yang Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah EKONOMI MANAJERIAL yang selesai tepat pada waktunya.

Mudah-mudahan makalah ini dapat menjadi bahan acuan kami untuk meningkatkan Prestasi serta meningkatkan belajar dengan tekun dan giat.

Kami pun menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak kesalahan dan kekeliruannya. Oleh karena itu, apabila ada kesalahan kami mohon saran dan kritiknya baik dari mahasiswa maupun dosen supaya kami dapat menyempurnakan makalah kami dengan lebih maksimal.

Semoga makalah ini dapat menjadi acuan pembelajaran di lingkungan kampus pada umumnya.
Gorontalo, oktober 2011

Penulis


BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Perusahaan merupakan suatu organisasi atau lembaga yang Didirikan untuk mencapai suatu tujuan. Semakin berkembangnya dunia bisnis di bidang barang maupun jasa, maka dari itu para pembisnis mencari peluang bisnis yang kiranya menghasilkan keuntungan secara optimal akan suatu produk yang diciptakannya. Disamping itu perusahaan harus dapat menerapkan langkah – langkah dan strategi yang efektif dan efisien, baik dalam penggunaan modal maupun target dalam perencanaan operasional perusahaan sehingga proyek yang dijalankan mampu memberikan kepuasan bagi para konsumen.

1.2 Identifikasi Masalah

Dalam menjalankan operasional suatu perusahaan perlu dibutuhkan manajemen yang mampu mengatur dan mengembangkan prospek suatu kegiatan usaha yang ada pada perusahaan tersebut. Pihak manajemen dalam pengambilan keputusan haruslah bijak dalam arti dapat menghasilkan laba bagi perusahaan yang secara kontinu.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Laba bisnis Versus Laba ekonomi

Public dan masyarakat bisnis pada umumnya mendefinisikan laba dengan menggunakan konsep akuntansi. Disini laba merupakan sisa pendapatan penjualan setelah dikurangi biaya eksplisit dalam menjalanakan bisnis. Laba adaqlah jumlah yang tersedia bagi modal atau posisi kepemilikan setelah pembayaranyang dipergunakan perusahaan. Definisi laba seringkali dirujuk sebagai laba akuntansi atau laba bisnis.

Para ekonom juga mendefinisikan laba sebagai sisa pendapatan setelah biaya menjalankan bisnis. Tetapi bagi para ekonom, masukan yang disediakan oleh pemilik perusahaan termasuk usaha kewirausahaan dan modal merupakan sumber daya yang harus dibayar jika sumber daya tersebut ingin dipergunakan dalam bisnis tersebut dan bukan untuk usaha lainnya.jadi para ekonom memasukkan tingkat pengembalian atas modal yang normal dan biaya kesempatan untuk usaha pemilik wirausahawan tersebut sebagai hutang dan upah yang dibayar kepada tenaga kerja dipandang sebagai biaya dalam meghitung laba bisnis. Tingkat pengembalia atas modal yang normal adalah tingkat pengembalian minimum yang diperlukan untuk menarik dan mempertahankan investasi untuk satu penggunaan tertentu. Dengan cara yang sama, biaya kesempatan dari usaha pemilik ditetapkan berdasdarkan nilai yang dapat diterima dalam satu kegiatan alternative. Bagi seorang ekonom masukan-masukan nilai yang disediakan pemilik dan dipergunakan perusahaan. Konsep laba ini serigkali dirujuk sebagai laba ekonomi untuk membedakannya dengan konsep laba bisnis.

Konsep laba bisnis dan ekonomi membantu mempertajam focus pada masalah mengapa laba ada dan apa pertanyaan dalam perekonomian pasar bebas. Konsep laba ekonomi mengenali pembayaran yang diperlukan untuk penggunaan masukan yang disediakan pemilik. Terdapat tiga tingkat pengembalia yang normal, atau laba, misalnya, yang dipergunakan untuk menarik para individu untuk menginvestasikan dana dala satu kegiatan dan bukan menginvestasikan ketempat lain, atau menggunaknnya untuk konsumsi saat ini. Laba normal ini semata-mata merupakan biaya modal, biaya ini tidak berbeda dengan biaya sumber daya lainnya, seperti tenaga kerja, bahan atau energy. Harga yang serupa terdapat untuk usaha kewirausahaan dari seorang manager-pemilik sebuah perusahaan dan untuk sumber daya lainnyayang dibawa oleh pemiliktersebut kedalam perusahaan. Biaya kesempatan untuk masukan yang disediakan pemilik ini menawarkan penjelasan utama untuk adanya laba bisnis.

B. Teori Laba dalam ekonomi

Menurut teori laba, tingkat keuntungan pada setiap perusahaan biasanya berbeda pada setiap jenis industry. Terdapat beberapa teori yang menerangkan perbedaan ini sebagai berikut:

1. Teori Friksi dari laba ekonomi

Teori Friksi Laba Ekonomi, menjelaskan tentang laba/rugi ekonomi. Teori ini menjelaskan bahwa pasar sering tidak berada dalam ekuilibrium karena perubahan yang tidak diantisipasi dalam permintaan produk atau kondisi biaya.

Hasilnya adalah laba ekonomi yang positif atau negatif bagi beberapa perusahaan. Dalam jangka panjang, industri akan melindungi dirinya dengan cara memasang penghalang masuk (entry barrier) dan penghalang keluar (exit barrier), sehingga tingkat pengembalian pun akan menjadi normal (ekuilibrium).

2. Teori Monopoli dari laba Ekonomi

Teori ini menyatakan bahwa beberapa perusahaan, karena factor-faktor seperti skala ekonomi, persyaratan modal yang tinggi, paten, atau perlindungan impor, dapat mengmbangkan posisimonopoli yang memungkinkan mereka untuk mempertahankan laba diatas normal untuk periode waktu yang lebih panjang .

3. Teori Inovasi dari laba ekonomi

Teori inovasi juga berkaitan dengan friksi. Dalam teori inovasi, laba yang diatas normal dapat timbul sebagai hasil inovasi yang berhasil. Walau demikian, perusahaan yang telah berhasil dalam inovasi tidaklah kebal dari serangan persaingan dari perusahaan-perusahaan imitator. Oleh karena itu, perusahaan perlu melakukan inovasi terus-menerus.

4. Teori kompensasi dari laba ekonomi

Teori kompensasi dari laba ekonomi menyatakan bahwa tingkat pengembalian yang diatas normal semata-mata imbalan bagi perusahaanyang sangat berhasil memenuhi kebutuhan pelanggan, mempertahankan operasi yang efisien, dan sebagainya.

Teori ini juga mengnali laba ekonomi sebagai imbalan yang penting bagi fungsi kewirausahaan daripara pemilik atau manajer. Setiap perusahaan dan produk dimulai sebagai sebuah gagasan untuklebih baik dalam melayani kebutuhan yang ada atau yang dipandang dari para pelangganyang ada atau yang potensial. Kebutuhan ini tetap tidak terpenuhi sampai seorang individu mengambil inisiatif untuk merancang, merencanakan, dan mengimplementasikan satu pemecahan. Peluang untuk laba ekonomi ini merupaka motivasi penting untuk kegiatan kewirausahaan.

BAB III
PENUTUP

Kesimpulan

Laba ekonomi memainkan peran penting dalam perekonomian berbasiskan pasar. Laba diatas normal berfungsi sebagai sinyal yang bernilai bahwa keluaran perusahaan atau industry harus ditingkatkan. Pada kenyataanya, ekspansi perusahaan-perusahaan yang sudah mapan atau masuknya pesaing-pesaing baru seringkali terjadi dengan cepat selama periode laba yang tingg. Sama seperti laba yang diatas normal memberikan siyal untuk ekspansi dan masuk, laba dibawah normal memberikan sinyal untuk konstraksi dan keluar. Laba ekonomi adalah salah satu factor terpenting yang mempengaruhi alokasi sumber daya ekonomi yang langka. Juga, laba yang diatas normal dapat merupakan imbalan penting bagi inovasi dan efisiensi produksi, sama seperti laba dibawah normal yang dapat berfungsi sebagai penalty bagi stagnasi dan inefisiensi. Jadi, laba memainkan peran kritis baik dalam membarikan insentif bagi inovasi dan efisiensin produksimaupun dalam mengalokasikan sumber daya yang langka.

Pemahaman akan bagaimana laba mempengaruhi perilaku bisnsi memberikan pendalaman penting dakan hubungan antara perusahaan dan masyrakat.
sumberhttp://andhy-brenjenk.blogspot.com/2011/10/teori-laba-ekonomi.html

Minggu, 08 Februari 2015

Pasar Dan Penetapan Harga

Pasar Dan Penetapan Harga
Oleh
Andhy Irawan
Bagian I: Pasar

A. Definisi Pasar
Pasar adalah salah satu dari berbagai sistem, institusi, prosedur, hubungan sosial dan infrastruktur dimana usaha menjual barang, jasa dan tenaga kerja untuk orang-orang dengan imbalan uang. Barang dan jasa yang dijual menggunakan alat pembayaran yang sah seperti uang fiat. Kegiatan ini merupakan bagian dari perekonomian. Ini adalah pengaturan yang memungkinkan pembeli dan penjual untuk item pertukaran. Persaingan sangat penting dalam pasar, dan memisahkan pasar dari perdagangan. Dua orang mungkin melakukan perdagangan, tetapi dibutuhkan setidaknya tiga orang untuk memiliki pasar, sehingga ada persaingan pada setidaknya satu dari dua belah pihak. Pasar bervariasi dalam ukuran, jangkauan, skala geografis, lokasi jenis dan berbagai komunitas manusia, serta jenis barang dan jasa yang diperdagangkan. Beberapa contoh termasuk pasar petani lokal yang diadakan di alun-alun kota atau tempat parkir, pusat perbelanjaan dan pusat perbelanjaan, mata uang internasional dan pasar komoditas, hukum menciptakan pasar seperti untuk izin polusi, dan pasar ilegal seperti pasar untuk obat-obatan terlarang.
Dalam ilmu ekonomi mainstream, konsep pasar adalah setiap struktur yang memungkinkan pembeli dan penjual untuk menukar jenis barang, jasa dan informasi. Pertukaran barang atau jasa untuk uang adalah transaksi. Pasar peserta terdiri dari semua pembeli dan penjual yang baik yang memengaruhi harga nya. Pengaruh ini merupakan studi utama ekonomi dan telah melahirkan beberapa teori dan model tentang kekuatan pasar dasar penawaran dan permintaan. Ada dua peran di pasar, pembeli dan penjual. Pasar memfasilitasi perdagangan dan memungkinkan distribusi dan alokasi sumber daya dalam masyarakat. Pasar mengizinkan semua item yang diperdagangkan untuk dievaluasi dan harga. Sebuah pasar muncul lebih atau kurang spontan atau sengaja dibangun oleh interaksi manusia untuk memungkinkan pertukaran hak (kepemilikan) jasa dan barang.
Secara historis, pasar berasal di pasar fisik yang sering akan berkembang menjadi - atau dari - komunitas kecil, kota dan kota. Aktivitas usaha yang dilakukan di pasar pada dasarnya akan melibatkan dua subyek pokok, yaitu produsen dan konsumen. Kedua subyek tersebut masing-masing mempunyai peranan yang sangat besar terhadap pembentukan harga barang di pasar.
Struktur Pasar adalah penggolongan produsen kepada beberapa bentuk pasar berdasarkan pada ciri-ciri seperti jenis produk yang dihasilkan, banyaknya perusahaan dalam industri, mudah tidaknya keluar atau masuk ke dalam industri dan peranan iklan dalam kegiatan industri.
Pada analisa ekonomi dibedakan menjadi pasar persaingan sempurna dan pasar persaingan tidak sempurna (yang meliputi monopoli, oligopoli, monopolistik dan monopsoni).
• Pasar Persaingan Sempurna
Pengertian pasar persaingan sempurna adalah suatu bentuk interaksi antara permintaan dengan penawaran di mana jumlah pembeli dan penjual sedemikian rupa banyaknya atau tidak terbatas.
Ciri-ciri pokok dari pasar persaingan sempurna adalah:
 Jumlah perusahaan dalam pasar sangat banyak.
 Produk/barang yang diperdagangkan serba sama (homogen).
 Konsumen memahami sepenuhnya keadaan pasar.
 Tidak ada hambatan untuk keluar/masuk bagi setiap penjual.
 Pemerintah tidak campur tangan dalam proses pembentukan harga.
 Penjual atau produsen hanya berperan sebagai price taker (pengambil harga).

• Pasar Persaingan tidak Sempurna
a. Pasar Monopoli
Pasar monopoli adalah suatu bentuk interaksi antara permintaan dan penawaran di mana hanya ada satu penjual/produsen yang berhadapan dengan banyak pembeli atau konsumen.


Ciri-ciri dari pasar monopoli adalah:
 hanya ada satu produsen yang menguasai penawaran;
 tidak ada barang substitusi/pengganti yang mirip (close substitute);
 produsen memiliki kekuatan menentukan harga; dan
 tidak ada pengusaha lain yang bisa memasuki pasar tersebut karena ada hambatan berupa keunggulan perusahaan.
b. Pasar Oligopoli
Pasar oligopoli adalah suatu bentuk interaksi permintaan dan penawaran, di mana terdapat beberapa penjual/produsen yang menguasai seluruh permintaan pasar.
Ciri-ciri dari pasar oligopoli adalah:
 Terdapat beberapa penjual/produsen yang menguasai pasar.
 Barang yang diperjual-belikan dapat homogen dan dapat pula berbeda corak (differentiated product), seperti air minuman aqua.
 Terdapat hambatan masuk yang cukup kuat bagi perusahaan di luar pasar untuk masuk ke dalam pasar.
 Satu di antaranya para oligopolis merupakan price leader yaitu penjual yang memiliki/pangsa pasar yang terbesar. Penjual ini memiliki kekuatan yang besar untuk menetapkan harga dan para penjual lainnya harus mengikuti harga tersebut. Contoh dari produk oligopoli: semen, air mineral.
c. Pasar Duopoli
Duopoli adalah suatu pasar di mana penawaran suatu jenis barang dikuasai oleh dua perusahaan.Contoh: Penawaran minyak pelumas dikuasai oleh Pertamina dan Caltex.
d. Monopolistik
Pasar monopolistik adalah suatu bentuk interaksi antara permintaan dengan penawaran di mana terdapat sejumlah besar penjual yang menawarkan barang yang sama. Pasar monopolistik merupakan pasar yang memiliki sifat monopoli pada spesifikasi barangnya. Sedangkan unsur persaingan pada banyak penjual yang menjual produk yang sejenis.Contoh: produk sabun yang memiliki keunggulan misalnya untuk kecantikan,kesehatan dan lain-lain.
Ciri-ciri dari pasar monopolistik adalah:
 Terdapat banyak penjual/produsen yang berkecimpung di pasar.
 Barang yang diperjual-belikan merupakan differentiated product.
 Para penjual memiliki kekuatan monopoli atas barang produknya sendiri.
 Untuk memenangkan persaingan setiap penjual aktif melakukan promosi/iklan.
 Keluar masuk pasar barang/produk relatif lebih mudah.
e. Pasar Monopsoni
Bentuk pasar ini merupakan bentuk pasar yang dilihat dari segi permintaan atau pembelinya. Dalam hal ini pembeli memiliki kekuatan dalam menentukan harga. Dalam pengertian ini, pasar monopsoni adalah suatu bentuk interaksi antara permintaan dan penawaran di mana permintaannya atau pembeli hanya satu perusahaan.Contoh yang ada di Indonesia seperti PT. Kereta Api Indonesia yang merupakan satu-satunya pembeli alat-alat kereta api.
B. Jenis-Jenis Pasar Menurut Kegiatannya
1. Pasar Nyata
Pasar nyata adalah pasar diman barang-barang yang akan diperjual belikan dan dapat dibeli oleh pembeli. Contoh pasar tradisional dan pasar swalayan.
2. Pasar Abstrak
Pasar abstrak adalah pasar dimana para pedagangnya tidak menawar barang-barang yang akan dijual dan tidak membeli secara langsung tetapi hanya dengan menggunakan surat dagangannya saja. Contoh pasar online, pasar saham, pasar modal dan pasar valuta asing.
Jenis pasar menurut cara transaksinya. Menurut cara transaksinya, jenis pasar dibedakan menjadi pasar tradisional dan pasar modern.
3. Pasar Tradisonal
Pasar tradisional adalah pasar yang bersifat tradisional dimana para penjual dan pembeli dapat mengadakan tawar menawar secar langsung. Barang-barang yang diperjual belikan adalah barang yang berupa barang kebutuhan pokok.
4. Pasar Modern
Pasar modern adalah pasar yang bersifat modern dimana barang-barang diperjual belikan dengan harga pas dan denganm layanan sendiri. Tempat berlangsungnya pasar ini adalah di mal, plaza, dan tempat-tempat modern lainnya.
Jenis – Jenis Pasar menurut jenis barangnya. Beberapa pasar hanya menjual satu jenis barang tertentu , misalnya pasar hewan,pasar sayur,pasar buah,pasar ikan dan daging serta pasar loak. Jenis – Jenis Pasar menurut keleluasaan distribusi. Menurut keluasaan distribusinya barang yang dijual pasar dapat dibedakan menjadi:
• Pasar Lokal
• Pasar Daerah
• Pasar Nasional dan
• Pasar Internasiona

Bagian II: Penetapan Harga

A. Definisi Harga
Menurut Stanton, (1984) harga adalah Price is value expressed in terms of dollars and cens, or any other monetary medium of exchange. yang kurang lebih memiliki arti harga adalah nilai yang dinyatakan dalam dolar dan sen atau medium moneter lainnya sebagai alat tukar.
Menurut Basu Swastha (1986: 147) Harga diartikan sebagai Jumlah uang (kemungkinan ditambah barang) yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi dari barang beserta pelayanannya.
Menurut menurut Alex S Nitisemito (1991:55) Harga diartikan sebagai nilai suatu barang atau jasa yang diukur dengan sejumlah uang dimana berdasarkan nilai tersebut seseorang atau perusahaan bersedia melepaskan barang atau jasa yang dimiliki kepada pihak lain.
Harga merupakan satuan moneter atau ukuran lainnya (termasuk barang dan jasa) yang ditukarkan agar memperoleh hak kepemilikan atau penggunaan suatu barang atau jasa, Tjiptono (2001 : 151). Dan harga merupakan unsur satu–satunya dari unsur bauran pemasaran yang memberikan pemasukan atau pendapatan bagi perusahaan di banding unsur bauran pemasaran yang lainnya (produk, promosi dan distribusi).
B. Tujuan Penetapan Harga
Pada dasarnya ada empat jenis tujuan penetapan harga, yaitu :
1. Berorientasi pada Laba, bahwa setiap perusahaan selalu memilih harga yang dapat menghasilkan laba yang paling tinggi atau sering disebut ”maksimisasi laba”.
2. Berorientasi pada Volume, bahwa penetapan harga sedemikian rupa agar dapat mencapai tingkat volume penjualan tertentu, nilai penjualan atau pangsa pasar tertentu.
3. Berorientasi pada citra (image), bahwa penetapan harga tertentu dapat membentuk citra perusahaan, misalnya menetapkan harga tinggi dapat membentuk citra perusahaan yang prestisius, sementara menetapkan harga rendah memungkinkan menjaga nilai perusahaan tertentu (menjaga harga yang terendah di suatu daerah).
4. Berorientasi pada Stabilitas Harga, hal ini dilakukan untuk mempertahankan hubungan yang stabil antara suatu perusahaan dan harga pemimpin industri (industry leader).

C. Strategi Penetapan Harga Produk Baru
Harga yang ditetapkan atas suatu produk baru harus dapat memberikan pengaruh yang baik bagi petumbuhan pasar. Selain itu untuk mencegah timbulnya persaingan yang sengit. Ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam penetapan harga produk baru, Tjiptono (2001 : 172);
1. Skimming Pricing, merupakan strategi yang menetapkan harga tinggi pada suatu produk baru, dengan dilengkapi aktifitas promosi yang gencar, tujuannya adalah :
a. Melayani pelangggan yang tidak terlalu sensitive terhadap harga, selagi persaingannya belum ada.
b. Untuk menutupi biaya-biaya promosi dan riset melalui margin yang besar.
c. Untuk berjaga-jaga terjadinya kekeliruan dalam penetapan harga, karena akan lebih mudah menurunkan harga dari pada menaikan harga awal.
2. Penetration Pricing, merupakan strategi dengan menetapkan harga rendah pada awal produksi, dengan tujuan dapat meraih pangsa pasar yang besar dan sekaligus menghalangi masuknya para pesaing. Dengan harga rendah perusahaan dapat pula mengupayakan tercapainya skala ekonomi dan menurunnya biaya per-unit. Strategi ini mempunyai perspektif jangka panjang, dimana laba jangka pendek dikorbankan demi tercapainya keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Ada empat bentuk harga yang menggunakan strategi ”Penetration Pricing”, antara lain;
a. Harga yang dikendalikan (restrained price), yaitu harga yang ditetapkan dengan tujuan mempertahankan tingkat harga tertentu selama periode inflasi.
b. Elimination price, yaitu merupakan penetapan harga pada tingkat tertentu yang dapat menyebabkan pesaing - pesaing tertentu (terutama yang kecil) keluar dari persaingan.
c. Promotion price adalah harga yang ditetapkan rendah dengan kualitas sama, dengan tujuan untuk mempromosikan produk tertentu.
d. Keep-out price, merupakan penetapan harga tertentu sehingga dapat mencegah para pesaing memasuki pasar.
D. Strategi Penetapan Harga Produk Yang Sudah Mapan
Menurut Tjiptono (2001 : 174) ada beberapa faktor yang menyebabkan suatu perusahaan harus selalu meninjau kembali strategi penetapan harga produk-produknya yang sudah ada di pasar, diantaranya adalah :

1. Adanya perubahan dalam lingkungan pasar, misalnya pesaing besar menurunkan harga.
2. Adanya pergeseran permintaan, misalnya terjadinya perubahan selera konsumen.
Dalam melakukan peninjauan kembali penetapan harga yang telah dilakukan, perusahaan mempunyai tiga alternatif strategi, yaitu:
1. Mempertahankan Harga, strategi ini dilaksanakan dengan tujuan mempertahankan posisi dalam pasar dan untuk meningkatkan citra yang baik di masyarakat.
2. Menurunkan Harga, Strategi ini sulit untuk dilaksanakan karena perusahaan harus memiliki kemampuan finansial yang besar, sementara konsekuensi yang harus ditanggung, perusahaan menerima margin laba dengan tingkat yang kecil.
Ada tiga alasan atau penyebab perusahaan harus menurunkan harga produk yang sudah mapan:
a. Strategi Defensif, dimana perusahaan memotong harga guna menghadapi persaingan yang makin ketat.
b. Strategi Ofensif, di mana perusahaan mempunyai tujuan untuk memenangkan persaingan dengan produk kompetiter.
c. Respon terhadap kebutuhan pelanggan yang disebabkan oleh perusahaan lingkungan. Misalnya inflasi yang berkelanjutan Dan adanya kenaikan harga yang makin melonjak yang menyebabkan konsumen makin selektif dalam berbelanja dan dalam penentuan harga.
3. Menaikan Harga, suatu perusahaan melakukan kebijakan menaikan harga dengan tujuan untuk mempertahankan profitabilitas dalam periode inflasi dan untuk melakukan segmentasi pasar tertentu. Agar strategi ini dapat memberikan hasil yang memuaskan, ada dua persyaratan yang harus dilakukan oleh perusahaan, antara lain :
a. Elastisitas harga relatif rendah, namun elastisitas tetap tinggi bila berkaitan dengan kualitas dan distribusi.
b. Dorongan (reinforcement) dari unsur bauran pemasaran lainnya tetap menunjang.

E. Metode Penetapan Harga Dengan Pendekatan Biaya
1. Penetapan Harga Biaya Plus (Cost Push Pricing Method)
Dengan metode ini, harga jual per unit ditentukan dengan menghitung jumlah seluruh biaya per unit ditambah jumlah tertentu untuk menutupi laba yang dikehendaki pada unit tersebut.
2. Penetapan Harga Mark-Up
Yaitu dimana para pedagang membeli barang-barang dagangannya untuk dijual kembali dan harga jualnya dengan menambahkan mark-up tertentu terhadap harga beli
3. Penetapan harga Break–Even
Yaitu penetapan harga yang didasarkan pada permintaan pasar dan masih mempertimbangkan biaya. Perusahaan dikatakan break-even apabila penerimaan sama dengan biaya yang dikeluarkannya, dengan anggapan bahwa harga jualnya sudah tertentu.
4. Metode Penetapan Harga Untuk Menghadapi Pasar/Pesaing
Untuk menarik dan meraih para konsumen dan para pelanggan, perusahaan biasanya menggunakan strategi harga. Penerapan strategi harga jual juga bisa digunakan untuk mensiasati para pesaingnya, misalkan dengan cara menetapkan harga di bawah harga pasar dengan maksud untuk meraih pangsa pasar.
sumberhttp://andhy-brenjenk.blogspot.com/2011/12/pasar-dan-penetapan-harga.html

Minggu, 01 Februari 2015

Strategi Pedagang di Pasar Tradisional

Pasar tradisional merupakan tempat berkumpulnya antara pedagang dan pembeli melakukan transaksi dimana pedagang menjual hasil pertaniannya ke pemasaran. Sebagian besar masyarakat kita jika ingin memenuhi kebutuhan pokok biasanya berbelanja ke pasar tradisional. Dengan berbagai alasan mereka mengunjungi pasar tradisional karena harga barang yang dibeli relatif lebih terjangkau dan bisa tawar-menawar. Pasar tradisional biasanya lebih ramai ketika pagi hari, barang yang dijual kebanyakan adalah sembako.
Untuk menghadapi persaingan dengan pasar modern, maka pasar tradisional perlu memiliki strategi khusus dari para pedagang pasar karena kenyataannya yang dihadapi saat ini pasar modern lebih eksistensi dari pada pasar tradisional. Maka dari itu perlu adanya strategi dari pedagang mempertahankan pelanggan dan keberadaan usahanya membangun rencana mengubah citra dan khas yang mampu memenuhi kebutuhan dan tuntutan konsumen sebagaimana yang dilakukan oleh pasar modern. Peran Pengelola Pasar Tradisional sangat penting untuk mengupayakan agar strategi tersebut berjalan dengan baik, bahkan harus bisa mensinergikan setiap elemen atau pihak yang terkait dalam pembinaan dan pemberdayaan pasar tradisional tersebut.
Beberapa hal yang harus dibenahi seperti: kebersihan, lantai yang kering tidak becek, penataan lokasi yang sesuai dengan jenis barang yang dijual, lorong untuk pembeli yang lapang agar mudah berlalu-lalang antara pembeli, adanya pengaturan pencahayaan dan pengaturan udara, keamanan, tersedianya pusat informasi, adanya pelatihan secara rutin bagi para pedagang tentang bagaimana mengatasi kebakaran dan bagaimana menyelamatkan diri jika terjadi kebakaran. Maka, Pengelola Pasar Tradisional dituntut untuk menjaga pasar tradisional tersebut agar tetap memiliki eksistensi, dikelola dengan bersih, indah dan higienis secara terus-menerus. Jika pasar tradisional dikelola dengan baik dan menarik, maka tidak perlu khawatir menghadapi pasar modern karena keduanya adalah sama-sama tempat dimana penjual dan pembeli melakukan transaksi.
Pasar Tradisional Percontohan tidak sekedar berhenti pada pembangunan sarana fisiknya saja, berbagai upaya perlu dilakukan seperti pelatihan manajemen pengelolaan pasar tradisional, penyusunan model pembangunan dan pengelolaan pasar dan peningkatan pengetahuan dan kemampuan pedagang serta memfasilitasi pelaksanaan pos ukur ulang dalam rangka peningkatan tertib ukur guna melindungi konsumen. Pasar yang sehat, bersih dan dinamis akan ramai dikunjungi dan tentunya akan menguntungkan pedagang, pengelola, serta pemerintah daerah setempat.

Kamis, 29 Januari 2015

Kelebihan dan Kekurangan Pasar Tradisional dan Modern

 PASAR TRADISIONAL
Pasar tradisional adalah pasar yang dalam pelaksanaannya bersifat tradisional dan ditandai dengan pembeli serta penjual yang bertemu secara langsung.Proses Jual beli biasanya melalui proses tawar menawar harga,dan harga yang diberikan untuk suatu barang bukan merupakan harga tetap atau masih dapat di tawar sehinnga menghasilkan harga yang berbeda lagi.umumnya pasar tradisional menyediakan bahan-bahan pokok serta keperluan rumah tangga,tempat pasar tradisional pun di tempat terbuka atau di pinggir jalan.
Kelebihan:
  1. Pasar tradisional merupakan pasar yang memiliki keunggulan bersaing yang alamiah yang tidak dimiliki secara langsung oleh pasar modern
  2. Lokasi yang strategis yang biasa terletak di sekitar daerah pemukiman masyarakat dan area penjualan yang luas.
  3. Keragaman barang yang lengkap,harga yang rendah dan pasar tradisional lebih mengutamakan menjual kebutuhan sehari-hari seperti ikan,sayur-sayuran dan sebagainya.
  4. Adanya system tawar menawar yang menunjukkan sikap keakraban antara penjual dan pembeli,yang merupakan keunggulan tersendiri.
  5. Pasar tradisional juga merupakan pendongkrak perekonomian kalangan menengah kebawah,itu memberi efek kepada perekonomian negara,dimana negara ini memang hidup dari perekonomian berskala mikro dibandingkan makro.
Kelemahan:
  1. Lokasi pasar yang kumuh dan kotor serta tidak teratur.
  2. Banyak produk yang mayoritas diperjualbelikan oleh oknum pedagang yang tidak bertanggung jawab yang menggunakan bahan kimia.
  3. Cara serta bentuk pengemasan di pasar tradisioanal yang kurang baik dan semakin hari semakin buruk membuat kurang di lirik oleh konsumen.
  4. Tingkat mutu atau kualitas setiap produknya tidak jelas.

v  PASAR MODERN
Pasar modern tidak banyak berbeda dari pasar tradisional,namun di pasar modern penjual dan pembeli tidak berinteraksi secara langsung melainkan si pembeli melihat lebel harga yang tercantum dalam baramg tersebut,berada dalam bangunan dan pelayanan dilakukan sendiri dan harga semua barang pun tidak bisa di tawar seperti harga barang di pasar tradisional.Di jaman sekarang banyak orang-orang yang beralih ke pasar modern karena di anggap lebih praktis walaupun harga yang di tawarkan oleh pasar modern lebih tinggi di bandingkan pasar tradisional.
Kelebihan:
  1. Pasar modern menyediakan lingkungan berbelanja yang lebih nyaman dan bersih, dengan jam buka yang lebih panjang, dan menawarkan aneka pilihan pembayaran seperti kartu kredit untuk peralatan rumah tangga berukuran besar.
  2. Barang yang dijual memiliki variasi jenis yang beragam,selain menjual barang lokal pasar modern juga menjual berbagain barang impor.
  3. Barang yang dijual mempunyai kualitas yang relatif lebih terjamin karena melalui penyeleksian yang ketat sehingga barang yang tidak memenuhi persyaratan klasifikasi akan di tolak.
  4. Dari segi kuantitas pasar modern memiliki persediaan barang yang terukur.
  5. Pasar modern Juga dikelola oleh pihak yang profesional dengan strategi manajemen pemasaran yang bagus.

Kelemahan:
  1. Praktik jual belinya dimana konsumen tidak bisa tawar menawar harga barang yang hendak dibelinya,karena harga telah ditetapkan.
  2. Dalam pasar modern penjual dan pembeli tidak bertransaksi secara langsung. Pembeli melihat label harga yang tercantum dalam bar code, berada dalam bangunan dan pelayanannya dilakukan secara mandiri (swalayan) atau dilayani oleh pramuniaga.

Menurut saya pasar modern lebih berperan dalam pertumbuhan ekonomi secara umum karena dalam hal pendapatan pasar modern memperoleh lebih banyak daripada pasar tradisional,sehingga lebih banyak menyumbangkan pajak untuk negara yang dapat membantu negara dalam proses pembangunan.Pendapatan yang biasa diterima oleh penjual di pasar tradisional hanya sebatas untung saja dan tidak jarang mereka bisa mengalami kerugian yang banyak,sehingga tidak dapat membantu pendapatan negara secara umum.
Pasar modern juga dapat mencerminkan perekonomian negara yang semakin baik dari cara mereka mengelola pasar yang dapat memberi kenyamanan untuk konsumen dari segi kualitas atau mutu barang yang mereka jual,pasar modern juga  dapat berkembang dengan pesat karena dikelola oleh tenaga yang profesional dengan strategi manajemen yang baik dalam bersaing dengan pasar lain. Pesatnya perkembangan pasar  modern tersebut dipicu oleh dukungan yang diberikan oleh pemerintah serta kebijakan pemerintah untuk memperkuat kebijakan penanaman modal asing.
Pasar modern juga dapat meningkatkan mutu suatu produk sehingga dapat mempertinggi harga jualnya,sehingga ada tingkatan produk dari yang  berkualitas bawah sampai atas,ini juga dapat menguntungkan produsen. Tidak seperti di pasar tradisional semua produk masih terjual dengan harga relatif rendah tanpa memperhatikan tingkat kualitasnya,ini berdampak kurang baik khususnya buat produsen yang biasanya berasal dari pedesaan,seperti petani padi dll. Walaupun pasar tradisional memiliki peran penting dalam proses kegiatan ekonomi khususnya ekonomi menengah ke bawah yang masih mayoritas terdapat di indonesia.
Tapi pertumbuhan ekonomi tidak hanya di ukur melalui pertumbuhan ekonomi menengah ke bawah tetapi semua aspek dapat mempengaruhi,dan pasar modern  dapat berkembang dengan pesat ditandai banyaknya pasar-pasar modern diperkotaan seperti hypermart dll,sedangkan pasar tradisional terus mengalami penurunan semakin tahunnya. Ini dapat mencerminkan bahwa pasar modern lebih dominan dalam pertumbuhan ekonomi secara umum walaupun pasar tradisional tidak dihilangkan perannya dalam kegiatan ekonomi terutama kegiatan jual beli di kehidupan masayarkat.

By :Winda Hartati Sirumapea

Kamis, 22 Januari 2015

Eksistensi Pasar Tradisional

Melihat karakteristik pasar tradisional yang menjual barang dengan harga relatif lebih murah dibanding pasar modern serta adanya kegiatan tawar menawar, pasar tradisional dan pasar modern memang memiliki ranah pembeli masing-masing.  Namun tidak bisa dipungkiri bahwa keberadaan pasar modern sedikit banyak berpengaruh pada kelangsungan kegiatan pasar tradisional. Mempertimbangkan kondisi pasar tradisional yang terkesan kotor serta gaya hidup masyarakat modern saat ini yang cenderung mengedepankan kepraktisan dan jaminan kualitas, perlahan masyarakat mulai beralih ke pasar modern yang mengakibatkan menurunnya kegiatan di pasar tradisional.

Menyadari potensi redupnya pasar tradisional di masa mendatang, Pemerintah Kota Surabaya sejak tahun 2002 telah melakukan upaya revitalisasi pada beberapa pasar tradisional seperti Pasar Wonokromo, Pasar Tambakrejo, Pasar Bratang, Pasar Ampel, Pasar Kapasan, Pasar Koblen, Pasar Manukan, Pasar Kapaskrampung, dan beberapa pasar lain. Berbagai konsep telah diterapkan dalamrevitalisasi pasar tradisional yang melibatkan pihak swasta ini, baik revitalisasi dengan konsep menggabungkan pasar tradisional dan modern seperti yang dilakukan di Pasar Wonokromo dan Pasar Kapaskrampung, maupun revitalisasi fisik untuk menghilangkan kesan kumuh pada pasar tradisional.

Ada multiplier effect yang didapat dari program revitalisasi pasar tradisional ini. Selain meningkatkan kualitas kegiatan  dengan memberi rasa aman dan nyaman dalam melakukan jual beli, revitalisasi pasar tradisional juga dapat menumbuhkan ruang komersial baru seperti penambahan area parkir, space iklan, pengadaan area bongkar muat, dan pengadaan fasilitas penunjang lain.

Yang perlu diperhatikan saat ini adalah bagaimana cara mempertahankan vitalitas pasar tradisional setelah direvitalisasi.  Perlu adanya inovasi teknik pemasaran dan pengawasan yang berkelanjutan setelah proses revitalisasi. Jika hal tersebut tidak dilakukan, tidak menutup kemungkinan bahwa nantinya kesan buruk pasar tradisional akan kembali muncul seperti kesan kumuh yang kembali timbul karena kurangnya pengawasan secara berkelanjutan pasca revitalisasi. Selain itu, perlu adanya kajian lebih mendalam mengenai penerapan manajemen pemasaran yang yang tepat pada pasar tradisional agar di masa mendatang pasar tradisional tidak terganggu dengan keberadaan pasar modern yang semakin merambak.A

Kamis, 15 Januari 2015

Strategi Pengembangan Pasar

Pendahuluan
Penelitian ini merupakan penelitian survey, menurut Kerlinger (Sugiyono,1999) penelitian survey adalah penelitian yang dilakukan pada populasi besar maupun kecil, tetapi data yang dipelajari adalah data dari sample yang diambil dari populasi tersebut, sehingga ditemukan kejadian-kejadian relatif, distribusi, dan hubungan-hubungan antar variable.
Studi ini termasuk jenis penelitian penjelasan (explanatory research), penelitian konfirmatori (confirmatory research) atau  disebut juga penelitian hipotesis, yaitu menjelaskan pengaruh antar variabel atau hubungan kausal antar variabel-variabel melalui pengujian hipotesis (Sugiyono, 2005). Studi ini juga disebut jenis penelitian persepsional (perception research) yaitu jenis penelitian yang datanya dapat diperoleh melalui persepsi yang diberikan oleh responden, melalui serangkaian pertanyaan yang harus dijawab berdasarkan item item yang tersedia di dalam kuisioner yang telah dirancang oleh peneliti untuk ditanyakan kepada responden yang bersangkutan
Unit analisis dalam penelitian ini adalah pedagang pasar tradisional,pembeli dan masyarakat. yang selanjutnya disebut responden, sehingga  studi ini juga disebut jenis penelitian persepsional (perception research) yaitu jenis penelitian yang datanya dapat diperoleh melalui persepsi yang diberikan oleh responden, melalui serangkaian pertanyaan yang harus dijawab berdasarkan item item yang tersedia di dalam kuisioner yang telah dirancang dan dijadikan sebagai acuan untuk wawancara oleh tim survey kepada responden .
Adapun pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kebijakan , pendekatan lingkungan, dan pendekatan ekonomi.Pendekatan kebijakan digunakan untuk mencermati kebijakan-kebijakan yang terkait dengan pembangunan kembali pasar tradisional. Sedangkan pendekatan ekonomi digunakan untuk menilai kelayakan pembangunan kembali pasar Tradisional ditinjau dari aspek bentuk atau sifat investasi, pasar serta manajemen. Adapun pendekatan lingkungan dimanfaatkan untuk menganalisis sejauh mana pembangunan kembali pasar Tradisional akan berdampak pada lingkungan sekitarnya dan bagaimana cara mengantisipasi atau meminimalkan kondisi negatif yang akan muncul.
 Kerangka Pikir
Adapun alur pikir kegiatan studi  kelayakan pembangunan kembali pasar Tradisional ada 3 tahapan yang dilakukan dalam studi ini sebagai mana gambar berikut.

 
Secara garis besar, pelaksanaan studi ini terdiri dari 3 tahapan yaitu :
1.Tahap Pendahuluan. Dalam tahap ini kegiatan yang dilakukan   adalah :
  • Menyiapkan kelengkapan administrasi sebelum dimulainya pekerjaan antara lain pengurusan surat tugas dan koordinasi dengan pihak-pihak yang terkait;
  •  Mengumpulkan literatur yang berupa buku-buku, buku petunjuk atau tata cara, peraturan, kebijakan yang terkait,  hasil-hasil studi sejenis yang pernah dilakukan serta dokumen-dokumen yang berisi kebijakan pembangunan didaerah studi;
  • Menyusun metodologi dan rencana kerja pelaksanaan studi.
 2.Tahap  Analisa Kelayakan yang meliputi :
  • Pekerjaan pengumpulan data sekunder yaitu mengumpulkan data atau hal-hal yang terkait yang telah ada yang dipergunakan sebagai pendukung pelaksanaan pekerjaan ini.
  • Pekerjaan pengumpulan data primer.
  • Pekerjaan analisa kelayakan pembangunan kembali pasar tradisional.
 3.Tahap Rekomendasi yang meliputi :
  • Rekomendasi Kebijakan
  • Rekomendasi Teknis
  • Rekomendasi Ekonomi
  • Rekomendasi sistem operasional dan pengelolaan pasar tradisional
  • Rekomendasi konsep model investasi pembangunan pasar tradisional.
 Variabel dan Indikator
Variabel dan indikator yang digunakan dalam studi ini dikelompokkan berdasarkan jenis analisis kelayakan yang digunakan, yaitu :
1). Analisis kelayakan pasar, dengan variabel permintaan dan penawaran saat ini  dan  yang  akan  datang,  harga  jual  daging,  target  pasar,  kendala pemasaran, distribusi pemasaran, daerah pemasaran dan prospek pasar tradisional.
 2). Analisis kelayakan teknis, yang meliputi variabel lokasi usaha, kondisi tapak,fasilitas dan utilitas umum, perkiraan biaya,gambar pra dan rencana spesifikasi.
 3). Analisis kelayakan finansial, dengan variabel jumlah/kebutuhan investasi untuk pembangunan,sumber pendanaan,dan proyeksi pembiayaan.
4). Analisis kelayakan lingkungan meliputi aspek-aspek kedekatan dengan pemukiman penduduk, jalur transportasi, dan tempat pembuangan limbah.
Kebutuhan Dan Sumber Data
Data yang dibutuhkan terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh langsung dari nara sumber yang antara terdiri dari atas  pedagang, pembeli dan masyarakat.Sedangkan  data  sekunder  diperoleh  melalui  bahan  publikasi  yang diterbitkan oleh instansi terkait dan berhubungan langsung dengan studi ini.
 Teknik Pengumpulan dan Pengolahan Data
Studi ini dibagi dalam dua tahap pengumpulan data. Tahap pertama di fokuskan kepada aktivitas desk research yang meliputi telaah pustaka dan pencarian data sekunder. Tahap kedua akan memfokuskan pada pencirian data primer melalui wawancara mendalam (indepth interview) dengan nara sumber terpilih baik dari kalangan pedagang,pembeli,maupun masyarakat dengan metode random sampling. Adapun teknik pengolahan data didasarkan kepada aspek-aspek analisis kelayakan yang antara lain meliputi :
1). Aspek Kelayakan Pasar, dengan teknik analisis trend terhadap variabel terpilih. Analisis ini memberikan arahan tentang volume permintaan dan penawaran daging sekarang dan masa yang akan datang.
2). Aspek Kelayakan Teknis, melalui teknik analisis deskriptif terhadap variabel-variabel yang telah ditentukan.
3). Aspek Kelayakan Finansial, melalui Net Present Value (NPV), Internal Rate of Returns(IRR) dan Net Benefit Cost Ratio.
4). Aspek Kelayakan Lingkungan diterapkan secara deskriptif untuk mengetahui dan mengukur kemanfaatan dan kerugian yang diprediksi akan muncul dengan adanya fasilitas pemotongan hewan di sekitar bangunan RPH.
Teknik Analisis Data
Teknik analisis yang digunakan dalam studi ini adalah :
1). Teknik Analisis Deskriptif yang meliputi,
  •   Kecenderungan (trend) produksi;
  • Potensi pemasaran;
  • Pendapatan per kapita masyarakat dan perkembangan penduduk;
  • Dampak lingkungan.
  • Aksesibilitas
2). Teknik Analisis Kelayakan Teknis, yang mencakup :
  •   Analisis lokasi;
  •   Analisis kondisi tapak
  •   Analisis fasilitas dan Utilitas umum.
  •  Perkiraan Biaya Pembangunan Fisik
  •  Gambar Pra Rencana
  •  Rencana spesifikasi pasar Tradisional
 3). Teknik Analisis Kelayakan finansial
(1).   Teknik Analisis NPV
Teknik analisis NPV sangat bermanfaat untuk menilai kelayakan suatu proyek dengan menghitung nilai penerimaan sekarang dan yang akan datang. Penilaian proyek dilakukan dengan mengukur prospek penerimaan sekarang atas sejumlah dana dengan mempertimbangkan penerimaan di masa yang akan datang. Apabila dari hasil perhitungan,NPV bernilai positif maka rencana proyek layak untuk dilanjutkan,demikian pula sebaliknya.
(2). Teknik Analisis Internal Rate of Returns (IRR)
Tingkat hasil pengembalian internal didefinisikan sebagai suku bunga yang menyamakan nilai sekarang dari arus kas yang diharapkan atau penerimaan kas, dengan pengeluaran investasi awal. Analisis IRR adalah proses penghitungan suatu tingkat discount rate yang menghasilkan NPV sama dengan 0 (nol).
Jika IRR lebih besar daripada CoC (Cost of Capital) maka proyek tersebut layak untuk diteruskan, sedangkan apabila IRR lebih kecil atau sama dengan CoC maka proyek tersebut sebaiknya dihentikan.
(3). Teknik Analisis Net Benefit Cost Ratio
Teknik analisis Net B-C Ratio digunakan untuk membandingkan antara keuntungan bersih yang telah di discount positif dengan net benefit yang telah di discount negatif.Jika nilai Net B/C lebih besar dari 1 (satu) maka proyek tersebut layak untuk dikerjakan sebaliknya jika Net B/C kurang dari 1 (satu) berarti proyek tersebut tidak layak untuk diteruskan.
 Pengembangan Central Business District (CBD)
Dalam pengertian Rencana Tata Ruang dan Wilayah, CBD adalah wilayah yang melayani perdagangan dengan skala pelayanan regional dan kota/Kabupaten.
 
 Gambar . Penguatan Kekhasan Central Business district
(Sumber: Roturua Central Business District Retail Strategy)
 Pengembangan CBD adalah mengembangkan upaya untuk mendorong agar masing – masing CBD mampu menampilkan keunikan dan karakteristik yang dimiliki sebagai salah satu daya tarik bagi pedagang maupun pembeli. Beberapa upaya yang bisa dilakukan adalah:
  • Memantapkan keunikan dan kekhasan CBD (themes& cluster);
Oleh sebab itu, pengelompokkan kawasan atau CBD berdasarkan aktifitas perdagangan yang unik harus terus didorong. Walaupun begitu, pengelompokkan ini harus tetap fleksibel dengan berorientasi pada kepentingan pelaku usaha. Pendekatan waktu sebagai identifikasi kegiatan perdagangan seperti: Pasar Kliwon atau Pasar Minggu bisa menjadi salah satu keunikan yang bermanfaat terutama dalam menarik minat pelancong dari luar kota. Sesungguhanya Kota ataupun Kabupaten telah memiliki banyak pasar dengan tema yang kuat tetapi belum branded, terutama untuk jenis pasar tradisional.
  • Pemberian atribut yang mencerminkan kekhasan CBD;
Secara kasat mata (tangible) penempatan karya seni atau ikon yang mencerminkan CBD, memberikan cat yang unik dan menarik, banner atau dekorasi lain yang sesuai akan semakin menarik minat pengunjung terutama wisatawan ke kawasan perdagangan.
  • Jaminan keamanan dan kebersihan;
Jaminan keamanan dan kebersihan hingga kerapian di kawasan perdagangan adalah tuntutan konsumen di masa depan. Kelemahan pasar tradisional yang selama ini sulit dicarikan solusi adalah ketidakteraturan dan joroknya lingkungan di pasar tradisional. Pemerintah harus berani menjamin bahwa ketidaknyaman yang disebabkan ketidakbersihan lingkungan dan ketidakamanan. Jaminan keamanan dan kebersihan lingkungan di CBD adalah satu hal yang sangat vital terutama bila mengharapkan masuknya pelancong dari luar negeri.
  • Menjamin konsistensi dan keseragaman waktu pelayanan;
Kepastian waktu pelayanan menjadi faktor yang penting terutama bila pengembangan perdagangan memiliki linkage dengan upaya mendorong tumbuhnya industri pariwisata domestik dan mancanegara.
  • Memfasilitas perdagangan di malam hari (night – time economy);
Jika di dalam kawasan perdagangan tersebut juga menjadi  basis ekonomi di malam hari (night – time economy) maka kegiatan perdagangan di malam hari tersebut pun mesti difasilitasi dan didorong agar mampu tumbuh dengan baik. Akfititas perdagangan di Pasar Keputran adalah salah satu contoh kegiatan perdagangan yang intensif terjadi di malam hari dan akan berakhir di siang hari. Aktifitas pedagang kaki lima terutama pada kelompok usaha makanan dan minuman banyak bergerak di malam hari dan menjadi salah satu tempat tujuan ”wisata kuliner”. Hanya saja,  problem kesemrawutan adalah dampak negatif dari aktifitas pedagang kaki lima. Promosi dan infrastruktur transportasi harus mendukung kegiatan perdagangan di malam hari tersebut.
  • Berpedoman pada pengembangan yang berkelanjutan;
Agar aura kawasan perdagangan tetap memiliki daya tarik terutama bagi wisatawan, maka ide pengembangan kawasan perdagangan harus terus digali dengan melibatkan masyarakat setempat dan pelaku retail yang ada. Upaya untuk terus mempertahankan daya tarik kawasan perdagangan harus seiring atau tidak berbenturan dengan upaya penguatan city branding.
 Keterkaitan antar Kawasan Perdagangan.
Untuk menjadikan pasar tradisional sebagai pusat perdagangan maka pasar tradisional harus memiliki banyak fasilitas perdagangan dan perkulakan modern yang melayani penduduk dalam  kota maupun luar kota. Keberadaan kawasan – kawasan perdagangan inilah yang mendasari adanya CBD yang didalamnya terdapat pasar, perbankan, perkantoran modern  dengan aktifitas bisnis dagang yang bersifat global dan dinamis.
 Bentuk Kerjasama Pembangunan/Investasi
Model kelembagaan untuk investasi pembangunan Pasar Tradisional  , sebenarnya masih merupakan masalah tersendiri. Alternatif sistem BOT (Built Operate Transfer) dapat menjadi salah satu pilihan/solusi apabila terdapat kesulitan pendanaan oleh pihak pemerintah daerah. Dalam pola tersebut, pihak swasta diundang untuk berpartisipasi dalam proyek-proyek pemerintah/publik. Kontribusi pemerintah dapat berbentuk non tunai misalnya dalam bentuk aset lahan. Alternatif bentuk kelembagaan BOT antara lain adalah :
(1).   Konsorsium perusahaan swasta saja.
(2).   Konsorsium perusahaan swasta dengan perusahaan BUMN/BUMD.
 (3).  Konsorsium perusahaan swasta dan pemerintah daerah.
Berkaitan dengan rencana pembangunan kembali pasar tradisional nampaknya alternatif pertama dapat merupakan pilihan terbaik.
Analisis SWOT
Internal PASAR Tradisional: 
 a.     Kekuatan PASAR Tradisional:
  1. Jaringan pemasaran luas dan dekat dengan konsumen
  2. Mempunyai nilai historis
  3. Memiliki goodwill / nama baik serta telah mempelopori usaha sejenis
  4. Kualitas produk yang dijual cukup dan selalu ditingkatkan
  5. Sarana pemasaran/ pembelanjaan baik dan mempunyai segmen pasar sendiri
    1. Jenis produk banyak/ pilihan bervariasi, 80-90 % dari kebutuhan rumah tangga(one stop shoping)
    2. Outlet/ stand  dekat dengan pemukiman (konsumen)/lokasi strategis
    3. Kontribusi PAD ke Pemerintah meningkat
    4. Harga Murah
 b.    Kelemahan Pasar Tradisional
  1. Manajemen lemah
  2.  Pegawai pendidikan rendah
  3.  Kinerja rendah
  4. Pengelolaan keuangan terpusat
  5.  Rasio pembeli terhadap pedagang relatif kecil
  6.  Image masyarakat rendah
  7. Keamanan tidak terjamin
  8. Parkir semrawut
  9. Banyaknya PKL
  10. Tidak nyaman
  11. Lampu sering mati
  12. Gedung bocor
  13. Kurang bersih
  14. Letak dagangan semrawut
  15. Hubungan UPTD dengan HPP lemah
  16. Tidak ada discount
  17. Pengamen dan pengemis banyak
  18. Kurang agresif dalam promosi
  19. Minimnya informasi dan bimbingan kepada para pedagang
Eksternal PASAR Tradisional:  
a.    Peluang Pasar Tradisional
1.  Proteksi  pemerintah terhadap perdagangan eceran
2.  Stabilitas politik di Indonesia dan tumbuhnya daya beli masyarakat
3.  Adanya perubahan gaya hidup masyarakat sehubungan dengan tumbuhnya tingkat perekonomian
4.  Berkembangnya tempat – tempat pemukiman penduduk  (real estate) yang merupakan peluang pertumbuhan baru atau pengembangan usaha. Perekonomian Indonesia yang semakin tumbuh
5.  Laju pertumbuhan penduduk  5 % per tahun
6.  Meningkatnya usia harapan hidup
b.    Ancaman Pasar Tradisional
1.  Persaingan pengusaha dari dalam dan luar negeri, sehubungan dengan kebijakan perdagangan dunia (APEC,GATT,AFTA,ACFTA) seperti, Sogo, Mark & Spencer, Makro, Goro, Gelael, Golden Truly, Carrefour, Giant dan sebagainya.
2.  Inflasi yang tinggi akan berpengaruh pada deprisiasi rupiah
3.  Adanya kemungkinan pasar diawang – awang ( non market place)
4.  Pelanggan dalam tingkat loyalitas  switccher, yang merupakan kelemahan bagi perusahaan
5.  Kenaikan tarif listrik, telpon, BBM dan inflasi