PASAR DUNIA TRANSAKSI BERKAH DAN TERPERCAYA

Pasar Dunia Membantu Penjualan dan pembelian barang dan jasa yang anda perlukan.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Komoditi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Komoditi. Tampilkan semua postingan

Senin, 17 Maret 2014

Tiga komoditas andalan RI ini berpotensi kuasai pasar dunia

Tiga komoditas andalan RI ini berpotensi kuasai pasar dunia

Tiga komoditas andalan Indonesia, yakni teh, coklat alias kakao, dan kopi diyakini berpeluang menguasai pasar global, seiring terus meningkatnya permintaan dunia terhadap tiga komoditas tersebut.

Hal itu diungkapkan Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Bayu Krisnamurthi saat memberikan sambutan di acara roundtable workshop tentang industri teh di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu (15/1/2014).

Namun demikian, lanjut Bayu, sebelum menguasai pasar global, komoditas andalan Indonesia tersebut perlu ditingkatkan kualitasnya terlebih dahulu dan dikemas dengan baik. Hal tersebut bisa dicapai dengan cara terus-menerus memenuhi kebutuhan pasar domestik.

"Kita perlu menjadi bagian rantai dunia, menjadi bagian itu dengan strategi yang pintar, kekuatan mendasar kita sehingga kita dapat menjadi bagian pasar global," ucap Bayu.

Khusus teh, dia menambahkan, peluang Indonesia menguasai pasar dunia semakin besar. Sebabnya, jumlah produsen utama teh di Asia semakin mengerucut, hanya tersisa China dan India.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Bachrul Chairi mengatakan impor teh dunia terus naik sepanjang 2008-2012. Pada 2008, impor teh dunia hanya senilai US$4,5 miliar, naik menjadi US$5,3 miliar pada 2012.

"50 persen impor dunia di dominasi oleh Rusia, Inggris, Pakistan, Amerika, Jerman, Jepang, Kanada, Kenya, Maroko dengan nilai lebih kurang US$1,7 miliar," ucap Bachrul. kbc10
sumberhttp://kabarbisnis.com/read/2844455

Selasa, 11 Maret 2014

Minyak Sawit Indonesia Dominasi Pasar Dunia

Minyak Sawit Indonesia Dominasi Pasar Dunia

London - Permintaan minyak sawit Indonesia terus meningkat dan semakin mendominasi pasar dunia itu menjadi topik hangat pembahasan dalam acara diskusi bersama Ketua Dewan Minyak Sawit Indonesia, Derom Bangun, yang diselenggarakan KJRI Hamburg, Sabtu(30/11).
Kehadiran Derom Bangun di Hamburg sebagai pembicara dalam "Oil World Outlook Conference" yang diorganisir ISTA Mielke GmbH (Oil World), perusahaan yang bergerak di bidang analisis data dan menyediakan informasi mengenai perkembangan pasar minyak dunia. Demikian yang dikemukakan oleh Minister Counselor Konsulat Jenderal RI Hamburg, Andi D. Yudyachandra, Sabtu (30/11).
Dalam diskusi mengenai Informasi Terbaru Industri Sawit Indonesia, yang dihadiri sekitar 100 peserta terdiri berbagai kalangan Derom Bangun mengatakan sebagai produsen kelapa sawit terbesar dunia, isu minyak sawit merupakan hal yang sangat penting bagi Indonesia.
Dikatakannya di pasar dunia, komoditi minyak sawit semakin mengungguli minyak kedelai dan bersaing dengan minyak nabati lain seperti minyak kanola dan minyak bunga matahari.
Berdasarkan data Kementerian Pertanian RI, ekspor komoditi minyak sawit Indonesia pada tahun 2012 senilai 26 juta dolar AS, meningkat dari tahun 2010 dan 2011 masing-masing sebesar 20,394,174 dan 23,500,000 dolar AS.
Derom Bangun menyampaikan informasi terbaru mengenai minyak sawit Indonesia yang bermanfaat untuk menambah wawasan bagi masyarakat Indonesia di luar negeri sekaligus masukan dari peserta untuk diteruskan kepada stakeholders maupun kalangan petani dan pengusaha kelapa sawit di Indonesia.
Menurut Derom Bangun, minyak sawit memberi manfaat bagi petani dan masyarakat. Dari 9,1 juta ha lahan yang digunakan untuk perkebunan kelapa sawit di Indonesia, 42 persen diantaranya dimiliki petani dan membantu meningkatkan taraf hidup petani dan keluarga.
Meskipun terdapat berbagai kritikan mengenai produksi minyak sawit Indonesia, pada kenyataannya Pemerintah RI bersama dengan pemangku kepentingan terkait terus meningkatkan perlindungan lingkungan dalam industri kelapa sawit di Indonesia termasuk dengan menerapkan praktek "zero burning" dalam membuka lahan perkebunan kelapa sawit.
Diproyeksikan minyak sawit tetap akan mendominasi di Uni Eropa mengingat salah satu keunggulan produksi minyak sawit adalah kemampuan teksturnya untuk tetap bersifat padat dalam suhu ruangan dibandingkan minyak-minyak jenis lain yang bersifat cair.
Kelapa sawit memiliki keunggulan efisiensi lahan dengan tingkat produktivitas yang tinggi.
Sebagai contoh, berdasarkan data Oil World 2011, dari perbandingan data untuk luas lahan perkebunan yang digunakan untuk memproduksi minyak nabati, kelapa sawit hanya menggunakan lahan sebanyak 12 juta ha atau 5 persen dari total lahan sebesar 253,923,000 ha, dibandingkan dengan kedelai sebanyak 41 persen, kanola 13 persen, bunga matahari 10 persen dan lain-lain sebesar 3 persen.
Derom Bangun mengatakan bahwa Indonesia memiliki pengaruh yang sangat besar di dunia, sehingga diharapkan Indonesia dapat menghasilkan 42 juta ton minyak sawit untuk kebutuhan tahun 2020, meningkat dari estimasi produksi 2014 sebesar 29,5 juta ton.
Tantangan yang tengah dihadapi saat ini adalah memasukkan komoditi minyak sawit dalam agenda APEC, yaitu dengan merumuskan komoditi tersebut sebagai produk yang sustainable dan inklusif, banyak melibatkan petani dan berperan mengurangi kemiskinan.
Sementara itu Konsul Jenderal RI Hamburg, Marina Estella Anwar Bey mengatakan kelapa sawit merupakan produk komoditi primadona Indonesia dan Uni Eropa menempati peringkat ketiga dalam 10 besar negara tujuan utama ekspor minyak sawit Indonesia.
Dikatakannya pemberitaan mengenai dampak negatif produk minyak sawit bagi kesehatan maupun pandangan konsumen di Eropa yang mengaitkan produksi kelapa sawit penyebab berkurangnya populasi Orang Utan atau menjadi penyebab deforestasi menghambat masuknya produk minyak sawit Indonesia di negara-negara Uni Eropa.
Penulis: /RIN
Sumber:ANT

Sabtu, 01 Maret 2014

Indonesia Kuasai Pasar Gaharu Dunia

Indonesia Kuasai Pasar Gaharu Dunia

Indonesia bertekad untuk meningkatkan penguasaan pasar kayu Gaharu (dari genus Aquilaria spp) seiring dengan telah dikuasainya teknologi produksi budidaya komoditas beraroma wangi tersebut. Pertimbangan utamanya, kayu gaharu merupakan kekayaan sumber daya alam dengan nilai ekonomi yang sangat tinggi.
Sekjen Asosiasi Pengusaha Eksportir Gaharu Indonesia (Asgarin), Faisal Salampessy, dihubungi dari Jakarta, Rabu (29/4),
menjelaskan, kebutuhan gaharu di pasar global mencapai 3.000 ton dengan nilai transaksi senilai Rp 3 triliun hingga Rp 4 triliun. Dengan penguasaan pasar dunia hingga 70 persen.
"Saat ini gaharu eks Indonesia menguasai 65 persen-70 persen pangsa pasar dunia," ujarnya.
Kementerian Kehutanan mengungkapkan Indonesia merupakan negara pengekspor gaharu terbesar di dunia mencapai 600 ton per tahun seiring tingginya produksi tanaman tersebut.
"Pada tahun 2010, penerimaan negara bukan pajak dari ekspor gaharu Rp4,5 miliar," ujar Menhut Zulkifli Hasan dalam sambutan tertulisnya yang disampaikan Dirjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam, Alam Darori, pada pembukaan seminar internasional gaharu di Pangkalan Baru.
Ia mengatakan, pemerintah Indonesia sejak 1995 telah menetapkan kuota pemanenan dan perdagangan gaharu untuk mendukung keberlanjutan produksi tanaman tersebut, sehingga tetap menjadi salah satu andalan penyumbang devisa negara.
"Kuota itu ditetapkan setiap tahun kepada para eksportir yang telah memperoleh izin dari Asosiasi Gaharu Indonesia (Asgarin) berdasarkan potensi di masing-masing provinsi yang dikeluarkan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA)," ujarnya.
Dijelaskan, saat ini pasar komoditas gaharu di dunia terutama bertujuan pada negara-negara Timur Tengah (Timteng) maupun Asia Selatan. Harga gaharu bervariasi tergantung kualitas dan bisa mencapai Rp15 juta-Rp30 juta/kilogram untuk kualitas double super.
Menurut Salampessy, untuk meningkatkan mutu kayu gaharu di pasar dunia, sejumlah teknologi telah dikembangkan. Nantinya, dengan teknologi produksi gaharu yang telah dikuasai Indonesia, maka pasar kayu gaharu asal Indonesia akan semakin luas.
"Sebab, sejauh ini ekspansi pasar terbatas karena produksi gaharu masih bergantung kepada hasil alam," jelasnya. Sedang sekitar 20 persen pasokan gaharu merupakan hasil dari budidaya dengan rekayasa teknologi.
Maka dari itu, tutur dia, Asgarin sedang mencoba teknologi inokulasi yang dikembangkan, sehingga produksi gaharu bisa meningkat untuk memenuhi permintaan pasar dunia.
Sumberhttp://gaharugo-ihb.com/blog/35-indonesia-kuasai-pasar-gaharu-dunia