PASAR DUNIA TRANSAKSI BERKAH DAN TERPERCAYA

Pasar Dunia Membantu Penjualan dan pembelian barang dan jasa yang anda perlukan.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 01 Agustus 2015

Pengertian Pasar Tradisional

Pengertian pasar tradisional

Pasar tradisional merupakan tempat bertemunya
penjual dan pembeli serta ditandai dengan adanya
transaksi penjual pembeli secara langsung dan
biasanya ada proses tawar-menawar, bangunan
biasanya terdiri dari kios-kios atau gerai, los dan
dasaran terbuka yang dibuka oleh penjual maupun
suatu pengelola pasar. Kebanyakan menjual kebutuhan sehari-hari seperti bahan-bahan makanan berupa ikan,buah, sayur-sayuran, telur, daging, kain, pakaian,barang elektronik, jasa dan lain-lain. Selain itu, ada pula yang menjual kue-kue dan barang-barang lainnya.Pasar seperti ini masih banyak ditemukan di Indonesia, dan umumnya terletak dekat kawasan perumahan agar memudahkan pembeli untuk mencapai pasar. Beberapa pasar tradisional yang "legendaris" antara lain adalah pasar Beringharjo di Yogyakarta,pasar Klewer di Solo, pasar Johar di Semarang. Pasar tradisional di seluruh 


Indonesia terus mencoba bertahan menghadapi serangan dari pasar modern.
Dalam ilmu ekonomi mainstream, konsep pasar adalah setiap struktur yang memungkinkan pembeli dan penjual untuk menukar jenis barang, jasa dan
informasi. Pertukaran barang atau jasa untuk uang adalah transaksi. Pasar peserta terdiri dari semua pembeli dan penjual yang baik yang memengaruhi
harga nya. Pengaruh ini merupakan studi utama ekonomi dan telah melahirkan beberapa teori dan model tentang kekuatan pasar dasar penawaran dan
permintaan. Ada dua peran di pasar, pembeli dan penjual. Pasar memfasilitasi perdagangan dan memungkinkan distribusi dan alokasi sumber daya dalam masyarakat. 

Pasar mengizinkan semua item yang diperdagangkan untuk dievaluasi dan harga. Sebuah pasar muncul lebih atau kurang spontan atau sengaja dibangun oleh interaksi manusia untuk memungkinkan pertukaran hak (kepemilikan) jasa dan barang.Ciri khas pasar tradisional adalah adanya tenda-tenda tempat penjual memasarkan dagangannya, serta pembeli yang berjalan hilir mudik untuk memilih dan menawar barang yang akan dibelinya.
Ciri-ciri pasar tradisional:
1. Proses jual-beli melalui tawar menawar harga
2. Barang yang disediakan umumnya barang keperluan
dapur dan rumah tangga
3. Harga yang relatif lebih murah
4. Area yang terbuka dan tidak ber-AC

Rabu, 01 Juli 2015

Laporan Observasi Pasar 2

BAB I
PENDAHULUAN
1.1   Latar Belakang
Pasar adalah salah satu dari berbagai sistem, institusi, prosedur, hubungan sosial dan infrastruktur dimana usaha menjual barang, jasa dan tenaga kerja untuk orang-orang dengan imbalan uang. Barang dan jasa yang dijual menggunakan alat pembayaran yang sah seperti uang fiat.
Kegiatan ini merupakan bagian dari perekonomian. Ini adalah pengaturan yang memungkinkan pembeli dan penjual untuk item pertukaran. Persaingan sangat penting dalam pasar, dan memisahkan pasar dari perdagangan. Dua orang mungkin melakukan perdagangan, tetapi dibutuhkan setidaknya tiga orang untuk memiliki pasar, sehingga ada persaingan pada satu dari dua belah pihak.
Pasar bervariasi dalam ukuran, jangkauan, skala geografis, lokasi jenis dan berbagai komunitas manusia, serta jenis barang dan jasa yang diperdagangkan.
Terdapat banyak jemis-jenis pasar, salah satu diantaranya adalah pasar tradisional. Pasar tradisional merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli serta ditandai dengan adanya transaksi penjual pembeli secara langsung dan biasanya ada proses tawar-menawar, bangunan biasanya terdiri dari kios-kios atau gerai, los dan dasaran terbuka yang dibuka oleh penjual maupun suatu pengelola pasar.
Kebanyakan pasar tradisional menjual kebutuhan sehari-hari seperti bahan-bahan makanan berupa ikan, buah, sayur-sayuran, telur, daging, kain, pakaian barang elektronik, jasa dan lain-lain. Selain itu, ada pula yang menjual kue-kue dan barang-barang lainnya. Pasar seperti ini masih banyak ditemukan di Indonesia, dan umumnya terletak dekat dengan permukiman warga agar memudahkan pembeli untuk mencapai pasar. Pasar tradisional masuk kedalam kelompok pasar persaingan sempurna.
Selain itu, terdapat juga pasar yang lebih modern di era globalisasi ini. Seperti pasar swalayan. Semakin berkembangnya teknologi juga membuat manusia untuk menciptakan kembali berbagai jenis pasar. Namun pasar tradisional dan pasar swalayan mempunyai perbedaan. Dalam pasar swalayan tidak terjadi tawar menawar, karena harga dari suatu barang telah ditentukan.
Oleh karena itu, pada kesempatan kali ini, kami akan melakukan observasi langsung di lapangan ke beberapa macam lokasi pasar yang terletak di sekitar Denpasar dan Badung, untuk mengetahui lebih lanjut bagaimana bentuk-bentuk nyata dari beberapa jenis pasar serta ciri-ciri dari pasar tersebut.
1.2   Rumusan Masalah
Permasalahan yang akan kami bahas yaitu :
  1. Apa saja jenis-jenis pasar?
  2. Bagaimana ciri-cirinya?
  3. Contoh-contoh dari jenis pasar?
1.3   Tujuan
Tujuan penulisan laporan ini adalah untuk mengetahui :
  1. Jenis-jenis pasar.
  2. Ciri-ciri pasar dari jenis tersebut.
1.4   Metode Penelitian
  • Teknik Survei
Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan mengunjungi langsung lokasi pasar dan mengamati langsung semua proses yang terjadi.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1  Pasar
Pasar adalah tempat dimana terjadi interaksi antara penjual dan pembeli. Pasar di dalamnya terdapat tiga unsur, yaitu: penjual, pembeli dan barang atau jasa yang keberadaannya tidak dapat dipisahkan. Pertemuan antara penjual dan pembeli menimbulkan transaksi jual-beli, akan tetapi bukan berarti bahwa setiap orang yang masuk ke pasar akan membeli barang, ada yang datang ke pasar hanya sekedar main saja atau ingin berjumpa dengan seseorang guna mendapatkan informasi tentang sesuatu.
Fungsi pasar, terutama pasar tradisional bukan hanya sebagai tempat transaksi jual-beli, tetapi juga sebagai media komunikasi antara warga masyarakat desa yang bermukim di sekitar pasar. Pasar menjadi media sosial yang menghubungkan komunikasi antar manusia di suatu daerah. Berangkat dari hal ini, kami sebagai mahasiswa komunikasi yang sedang mempelajari proses komunikasi antar manusia, tertarik untuk meneliti proses komunikasi yang terjadi di dalam pasar tradisional.
2.2  Jenis-jenis pasar
2.2.1 Berdasarkan wujudnya :
Menurut wujudnya pasar dibedakan menjadi pasar konkret dan pasar abstrak.
a)      Pasar Konkret (pasar nyata)
Merupakan pasar yang menunjukkan suatu tempat terjadinya hubungan secara langsung (tatap muka) antara pembeli dan penjual. Barang yang diperjualbelikan pun berada di tempat tersebut. Misalnya pasar-pasar tradisional dan swalayan.
b)      Pasar Abstrak (tidak nyata)
Merupakan pasar yang menunjukkan hubungan antara penjual dan pembeli, baik secara langsung maupun tidak langsung, barangnya tidak secara langsung dapat diperoleh pembeli. Misalnya, pasar modal di Bursa Efek Indonesia.
2.2.2         Berdasarkan Waktu Terjadinya
1)      Pasar Harian
Merupakan pasar yang melakukan aktivitas setiap hari. Misalnya pasar pagi, toserba, dan warung-warung.
2)      Pasar Mingguan
Merupakan pasar yang melakukan aktivitas setiap satu minggu sekali. Misalnya pasar senin atau pasar minggu yang ada di daerah pedesaan.
3)      Pasar Bulanan
Merupakan pasar yang melakukan aktivitas setiap satu bulan sekali. Dalam aktivitasnya bisa satu hari atau lebih. Misalnya, pasar yang biasa terjadi di depan kantor-kantor tempat pensiunan atau purnawirawan yang mengambil uang tunjangan pensiunannya tiap awal bulan.
4)      Pasar Tahunan
Merupakan pasar yang melakukan aktivitas setiap satu tahun sekali. Kejadian pasar ini biasanya lebih dari satu hari, bahkan bisa mencapai lebih dari satu bulan. Misalnya Pekan Raya Jakarta, pasar malam, dan pameran pembangunan.
5)      Pasar Temporer
Merupakan pasar yang dapat terjadi sewaktu-waktu dalam waktu yang tidak tentu (tidak rutin) pasar ini biasanya terjadi pada peristiwa tertentu. Misalnya pasar murah, bazar, dan pasar karena ada perayaan kemerdekaan RI.
2.2.3 Berdasarkan Luas Jangkauannya
a. Pasar lokal merupakan pasar yang mempertemukan penjual dan pembeli dari berbagai daerah atau wilayah tertentu saja.
b. Pasar nasional merupakan pasar yang mempertemukan penjual dan pembeli dari berbagai daerah atau wilayah dalam suatu negara. Misalnya, pasar kayu putih di Ambon dan pasar tembakau di Deli.
c. Pasar internasional penjual dan pembeli dari berbagai negara. Misalnya pasar tembakau di Bremen Jerman.
2.2.4 Berdasarkan Hubungannya Dengan Proses Produksi
a. Pasar output (pasar produk) merupakan pasar yang memperjualbelikan barang-barang hasil produksi (biasanya dalam bentuk jadi).
b. Pasar input (pasar faktor produksi) merupakan interaksi antara permintaan dan penawaran terhadap barang dan jasa sebagai masukan pada suatu proses produksi (sumber daya alam, berupa bahan tambang, hasil pertanian, tanah, tenaga kerja, dan barang modal).
2.2.5 Berdasarkan Strukturnya (Jumlah Penjual Dan Pembeli)
Berdasarkan strukturnya, pasar dibedakan menjadi sebagai berikut:
  1. Pasar persaingan sempurna
Merupakan sebuah jenis pasar dengan jumlah penjual dan pembeli yang sangat banyak dan produk yang dijual bersifat homogen. Harga terbentuk melalui mekanisme pasar dan hasil interaksi antara penawaran dan permintaan sehingga penjual dan pembeli di pasar ini tidak dapat mempengaruhi harga dan hanya berperan sebagai penerima harga (price-taker). Barang dan jasa yang dijual di pasar ini bersifat homogen dan tidak dapat dibedakan. Semua produk terlihat identik.
Pembeli tidak dapat membedakan apakah suatu barang berasal dari produsen A, produsen B, atau produsen C. Oleh karena itu, promosi dengan iklan tidak akan memberikan pengaruh terhadap penjualan produk.
  • Karakteristik Pasar Persaingan Sempurna
-          Terdapat banyak penjual dan pembeli di dalamnya artinya tidak hanya satu penjual dan   pembeli yang ada di dalam pasar, jadi yang menentukan harga bukanlah pembeli atau penjual, tetapi keseluruhan interaksi antara pembeli dan penjual.
-          Barang yang diperjual belikan homogen (serupa), terkadang pembeli tidak dapat membedakan barang produksi suatu perusahaan dengan produksi perusahaan lainnya.
-          Perusahaan dapat dengan bebas keluar masuk pasar tersebut, suatu perusahaan bebas menentukan ingin keluar atau memasuki pasar persaingan sempurna karena hampir tidak ada hambatan bagi perusahaan untuk keluar ataupun masuk ke pasar tersebut.
  • Kelebihan Pasar Persaingan Sempurna
-    Harga jual barang dan jasa adalah yang termurah.
-    Jumlah Output Paling banyak sehingga rasio output per penduduk maksimal (kemakmuran maksimal).
-    Masyarakat merasa nyaman dalam mengonsumsi karena tidak perlu membuang waktu untuk memilih barang dan jasa (produk yang homogen).
-    Tidak takut ditipu dalam kualitas harga (informasi sempurna).
  • Kekurangan Pasar Persaingan Sempurna
-    Kelemahan dalam hal asumsi.
-    Kelemahan dalam pengembangan teknologi.
-    Konflik efisiensi keadilan.
2. Pasar persaingan tidak sempurna, terdiri atas:
1) Pasar Monopoli
Pasar monopoli (dari bahasa Yunani: monos, satu + polein, menjual) adalah suatu bentuk pasar di mana hanya terdapat satu penjual yang menguasai pasar. Penentu harga pada pasar ini adalah seorang penjual atau sering disebut sebagai “monopolis”.
Sebagai penentu harga (price-maker), seorang monopolis dapat menaikan atau mengurangi harga dengan cara menentukan jumlah barang yang akan diproduksi; semakin sedikit barang yang diproduksi, semakin mahal harga barang tersebut, begitu pula sebaliknya.
Walaupun demikian, penjual juga memiliki suatu keterbatasan dalam penetapan harga. Apabila penetapan harga terlalu mahal, maka orang akan menunda pembelian atau berusaha mencari atau membuat barang subtitusi (pengganti) produk tersebut atau lebih buruk lagi mencarinya di pasar gelap (black market).
  • Karakteristik pasar monopoli  :
-          Hanya ada satu produsen.
-          Produsen bebas menentukan harga.
-          Adanya hambatan bagi perusahaan lain untuk masuk ke dalam pasar monopoli.
-          Output yang besar karena permintaannya banyak.
-          Biaya marginal semakin lama semakin menurun, sehingga biaya produksi (AC) makin rendah (decreasing MC dan AC).
  • Kelebihan Pasar Monopoli
-          Mampu mengakumulasi laba super normal dalam jangka panjang.
-          Menghasilkan output yang besar melalui peningkatan efisiensi.
-          Mampu meningkatkan investasi ekonomi.
-          Meningkatkan kesehatan masyarakat melalui pengaturan harga dua tingkat ( two tier pricing).
  • Kelemahan Pasar Monopoli
-          Hilang atau berkurangnya tingkat kesejahteraan konsumen.
-          Menimbulkan eksploitasi terhadap konsumen dan pekerja.
-          Memburuknya kondisi makroekonomi nasional.
-          Memburuknya kondisi perekonomian Internasional.
2) Pasar Oligopoli
Pasar oligopoli adalah adalah pasar di mana penawaran satu jenis barang dikuasai oleh beberapa perusahaan. Umumnya jumlah perusahaan lebih dari dua tetapi kurang dari sepuluh.
Dalam pasar oligopoli, setiap perusahaan memposisikan dirinya sebagai bagian yang terikat dengan permainan pasar, di mana keuntungan yang mereka dapatkan tergantung dari tindak-tanduk pesaing mereka. Sehingga semua usaha promosi, iklan, pengenalan produk baru, perubahan harga, dan sebagainya dilakukan dengan tujuan untuk menjauhkan konsumen dari pesaing mereka.
Praktek oligopoli umumnya dilakukan sebagai salah satu upaya untuk menahan perusahaan-perusahaan potensial untuk masuk kedalam pasar, dan juga perusahaan-perusahaan melakukan oligopoli sebagai salah satu usaha untuk menikmati laba normal di bawah tingkat maksimum dengan menetapkan harga jual terbatas, sehingga menyebabkan kompetisi harga diantara pelaku usaha yang melakukan praktek oligopoli menjadi tidak ada.
Struktur pasar oligopoli umumnya terbentuk pada industri-industri yang memiliki capital intensive yang tinggi, seperti, industri semen, industri mobil, dan industri kertas.
  • Karakteristik Pasar Oligopoli
-          Sedikit produsen dalam suatu pasar, akibatnya keputusan yang diambil oleh satu produsen akan sangat mempengaruhi produsen yang lain. Oleh karena itu Produsen-produsen yang ada  saling bersepakat untuk melakukan tindakan bersama di dalam menentukan harga dan tingkat produksi.
-          Produk yang dihasilkan homogen atau sama, ada 2 tipe, yang pertama adalah produsen barang  standar atau bahan mentah, yang ke-dua adalah produsen barang yang berbeda corak, biasanya barang akhir atau barang jadi.
  • Kelebihan Pasar Oligopoli
-       Hanya sedikit perusahaan dalam Industri membuat saingan juga menjadi sedikit.
-       Oligopoli dengan produk difensiasi lebih mudah memprediksi reaksi-reaksi dari perusahaan lawan.
-       Oligopoli dengan produk yang homogen memiliki rintangan masuk ke dalam pasar yang relatif    kecil.
  • Kelemahan Pasar Oligopoli
-       Efisiensi hanya dicapai jika perusahaan memproduksi output dalam skala yang sangat besar.
-       Pengambilan keputusan yang sangat kompleks karena terdapat kompetisi non harga.
-       Membutuhkan kemampuan manajemen yang sangat baik karena kompleksnya persaingan.
3) Pasar Persaingan Monopolistik
Pasar persaingan monopolistik adalah salah satu bentuk pasar di mana terdapat banyak produsen yang menghasilkan barang serupa tetapi memiliki perbedaan dalam beberapa aspek. Penjual pada pasar monopolistik tidak terbatas, namun setiap produk yang dihasilkan pasti memiliki karakter tersendiri yang membedakannya dengan produk lainnya. Contohnya adalah : shampoo, pasta gigi, dll.
Meskipun fungsi semua shampoo sama yakni untuk membersihkan rambut, tetapi setiap produk yang dihasilkan produsen yang berbeda memiliki ciri khusus, misalnya perbedaan aroma, perbedaan warna, kemasan, dan lain-lain. Pada pasar monopolistik, produsen memiliki kemampuan untuk mempengaruhi harga walaupun pengaruhnya tidak sebesar produsen dari pasar monopoli atau oligopoli. Kemampuan ini berasal dari sifat barang yang dihasilkan.
Karena perbedaan dan ciri khas dari suatu barang, konsumen tidak akan mudah berpindah ke merek lain, dan tetap memilih merek tersebut walau produsen menaikkan harga. Misalnya, pasar sepeda motor di Indonesia. Produk sepeda motor memang cenderung bersifat homogen, tetapi masing-masing memiliki ciri khusus sendiri. Sebut saja sepeda motor Honda, di mana ciri khususnya adalah irit bahan bakar. Sedangkan Yamaha memiliki keunggulan pada mesin yang stabil dan jarang rusak.
Akibatnya tiap-tiap merek mempunyai pelanggan setia masing-masing.
Pada pasar persaingan monopolistik, harga bukanlah faktor yang bisa mendongkrak penjualan. Bagaimana kemampuan perusahaan menciptakan citra yang baik di dalam benak masyarakat, sehingga membuat mereka mau membeli produk tersebut meskipun dengan harga mahal akan sangat berpengaruh terhadap penjualan perusahaan.
Oleh karenanya, perusahaan yang berada dalam pasar monopolistik harus aktif mempromosikan produk sekaligus menjaga citra perusahaannya.
4) Pasar Monopsoni
Bentuk pasar ini merupakan bentuk pasar yang dilihat dari segi permintaan atau pembelinya. Dalam hal ini pembeli memiliki kekuatan dalam menentukan harga. Dalam pengertian ini, pasar monopsoni adalah suatu bentuk interaksi antara permintaan dan penawaran di mana permintaannya atau pembeli hanya satu perusahaan. Contoh yang ada di Indonesia seperti PT. Kereta Api Indonesia yang merupakan satu-satunya pembeli alat-alat kereta api.
5) Pasar Ologopsoni
Pasar oligopsoni adalah bentuk pasar dimana barang yang dihasilkan oleh beberapa perusahaan dan banyak perusahaan yang bertindak sebagai konsumen. Contoh Telkom, indosat, Mobile-8, excelcomindo adalah beberapa perusahaan pembeli infrastruktur telekomunikasi seluler.
BAB III
HASIL OBSERVASI
Dari survei dan observasi yang telah kami lakukan, di pasar-pasar yang terdapat di daerah sekitar Badung dan Denpasar. Berikut laporannya:
 capture-20130308-093541
capture-20130308-093614
capture-20130308-093633
capture-20130308-093656
capture-20130308-093714
capture-20130308-093731
capture-20130308-093752
capture-20130308-093809
capture-20130308-093826
capture-20130308-093843
6. Berdasarkan tabel diatas, jumlah pasar persaingan sempurna  < jumlah
pasar persaingan tak sempurna.
7. Bentuk pasar persaingan tidak sempurna yang kalian jumpai adalah monopoli, monopolistik, dan
oligopoli.
8. Pembentukan harga pada setiap pasar adalah ditentukan oleh keadaan pasar dan sesuai produsen.
9. Bentuk pasar yang paling dekat dengan kehidupan Anda sehari-hari ialah pasar oligopoli.
Yaitu pasar Indomaret.
Alasannya adalah  Indomaret terdapat dimana-mana, daan pesaing Indomaret juga banyak.
Diantaranya : Alfamart, Bintang, dsb.
capture-20130308-093901
BAB IV
PENUTUP
A.  Kesimpulan
Dari hasil survei kami ke beberapa pasar di daerah Badung dan Denpasar, kami dapat menyimpulkan bahwa terdapat banyak jenis pasar di sekitar Badung dan Denpasar. Jadi kita mengetahui jenis barang dagangan suatu pasar tersebut. Dan juga kita harus mampu mengidentifikasi ciri-ciri jenis pasar tersebut.
Selain itu, kita juga dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan pasar jenis tersebut.
 capture-20130308-093932
DAFTAR PUSTAKA
Sumberhttp://sideofardeliaini.wordpress.com/2013/03/06/laporan-observasi-pasar/

Senin, 01 Juni 2015

Sebagian Pasar Tradisional Ilegal

Tidak Mengantongi Izin Operasional

Sebagian Besar Pasar Tradisional Ilegal

KISMI DWI ASTUTI/"PRLM"
KISMI DWI ASTUTI/"PRLM"
PARA pedagang kaki lima (PKL) menggelar dagangannya di bahu jalan sehingga hampir menghabiskan seluruh badan jalan di Pasar Baru Kota Bekasi, beberapa waktu lalu. Sebagian besar pasar tradisional yang ada di Kota Bekasi tidak berizin sehingga menyebabkan maraknya pasar liar dan pasar tumpah.*
BEKASI, (PRLM).- Sebagian besar pasar tradisional yang ada di wilayah Kota Bekasi tidak mengantongi izin alias ilegal. Maraknya pasar tak berizin (ilegal) ini diduga karena pasar milik pemerintah tidak terjangkau oleh sebagian besar warga Kota Bekasi.
Kepala Bidang Teknik Pasar, Dinas Perekonomian Rakyat Kota Bekasi, Achmad Djamhur, Minggu (19/12) yang dikonfirmasi membenarkan jika sebagian besar pasar tradisional yang ada di Kota Bekasi ilegal. "Keberadaan puluhan pasar tradisional di wilayah Kota Bekasi kebanyakan ilegal karena tidak mengantongi izin operasional," kata pria yang akrab disapa Aom ini.
Sejumlah keluhan warga sekitar pasar ilegal juga sering diterima pihaknya. Namun, sampai saat ini pihaknya belum bisa menertibkan puluhan pasar ilegal itu. Dikatakan Aom, pihaknya tidak bisa menertibkan puluhan pasar tak berizin ini dengan alasan masyarakat membutuhkan pasar ilegal itu. "Sampai sekarang, keberadaan sekitar 10 pasar resmi milik pemerintah belum bisa memenuhi kebutuhan masyarakat di seluruh pelosok Kota Bekasi. Oleh karena itu timbul dan menjamurlah pasar ilegal itu. Kalau kita tertibkan tanpa solusi yang tepat, masyarakat akan kehilangan tempat berbelanja yang dekat," kata Aom.
Untuk itu, sampai saat ini pihaknya masih memberikan kelonggaran bagi pengelola pasar tradisional yang belum mengantongi izin operasional usaha untuk segera mendaftarkan perusahaannya, termasuk keberadaannya secara administrasi kepada Dinas Perekonomian Rakyat (Dispera) Kota Bekasi. Hal ini, lanjut Aom dinyatakan sebagai salah satu langkah untuk menertibkan keberadaan puluhan pasar ilegal itu.
Lebih lanjut, Aom mengatakan jika berdasarkan data yang ada pada Dispera, jumlah pasar yang berhasil didata serta tidak mengantongi izin sebanyak tiga puluh tiga pasar. Namun, kata dia, tidak menutup kemungkinan masih banyak pasar tidak berizin lainnya di 12 kecamatan dan 56 kelurahan yang tidak terdata. “Jumlah pasar yang tidak mengantongi sebanyak 33 orang dan yang resmi milik pemerintah sebanyak 10 pasar," tuturnya.
Selain karena kebutuhan, diakui Aom, jika maraknya pasar ilegal ini juga dipicu oleh lemahnya pengawasan pemerintah. Bahkan, sampai saat ini tidak ada Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur soal pasar sehingga sulit menertibkannya. Hingga saat ini Dispera, kata dia, masih terus berupaya melakukan pendataan dan penertiban terhadap pasar tradisional tersebut yang berada di wilayah kecamatan maupun kelurahan di Kota Bekasi.
Lemahnya pengawasan ini juga akhirnya disalahgunakan oleh sejumlah pedagang sehingga mereka berani menggelar dagangannya di luar area pasar atau yang sering disebut pasar tumpah. Menurut Aom, hal ini juga menjadi masalah serius lainnya di Kota Bekasi. Namun, dia mengelak jika itu tanggung jawab pihaknya. Menurut dia, keberadaan pasar tumpah berhubungan langsung dengan PKL. "Itu di luar tanggung jawab kami," katanya mengelak.
Padahal, selama ini keberadaan pasar ilegal maupun pasar tumpah banyak dikeluhkan warga. Selain pengolahan limbah yang kurang baik, sejumlah pasar ilegal dan pasar tumpah juga mengganggu arus lalu lintas. Sebab, mereka berdagang di badan jalan. "Emang suka bikin macet. Tapi, mau gimana lagi, pasar milik pemerintah jauh lokasinya. Jadi, suka tidak suka memang dibutuhkan," kata salah seorang warga Mutiara Gading Timur, Mustika Jaya, Sulis (40).(A-155/A-147)***sumberhttp://www.pikiran-rakyat.com/node/130142

Jumat, 01 Mei 2015

Pengaruh Pasar Modern Terhadap Pasar Tradisional

PENDAHULUAN

A.      LATAR BELAKANG MASALAH

Indonesia sebagai salah satu negara besar di Asia memfokuskan bidang perekonomian sebagai salah satu pendapatan untuk negara. Berbagai ekspor dan impor dilakukan setiap tahun untuk meningkatkan perekonomian negara pada umumnya dan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat pada khususnya. Selain itu, negara juga berusaha untuk mengembangkan produk-produk dalam negeri lewat pemasaran-pemasaran yang dilakukan. Pemasaran-pemasaran ini dilakukan oleh negara lewat pasar tradisional maupun pasar modern.
Pasar adalah tempat pertemuan antara penjual dan pembeli  atau lebih jelasnya, daerah, tempat, wilayah, area, yang mengandung kekuatan permintaan dan penawaran yang saling bertemu dan membentuk harga.[1] Sedangkan menurut ilmu ekonomi, pasar berkaitan dengan kegiatannya, bukan tempatnya. Pertemuan penjual dan pembeli dapat terjadi dimana saja, sesuai kesepakatan, baik di toko, di dalam bus, dan tempat lainnya.[2] Dengan demikian, cirri khas sebuah pasar adalah adanya kegiatan transaksi penjual dan pembeli. Pasar tradisional adalah pasar yang bersifat tradisional dimana para penjual dan pembeli dapat mengadakan tawar menawar secara langsung. Barang-barang yang diperjual belikan adalah barang yang berupa barang kebutuhan pokok. Pasar modern adalah pasar yang bersifat modern dimana barang-barang diperjual belikan dengan harga pas dan denganm layanan sendiri. Tempat berlangsungnya pasar ini adalah di mal, plaza, dan tempat-tempat modern lainnya.[3]
Berbeda dengan pasar modern, pasar tradisional sejatinya memiliki keunggulan bersaing alamiah yang tidak dimiliki secara langsung oleh pasar modern. Lokasi yang strategis, area penjualan yang luas, keragaman barang yang lengkap, harga yang rendah, sistem tawar-menawar yang menunjukkan keakraban antara penjual dan pembeli merupakan keunggulan yang dimiliki oleh pasar tradisional.
Namun, selain menyandang keunggulan alamiah, pasar tradisional memiliki berbagai kelemahan yang telah menjadi karakter dasar yang sangat sulit diubah. Faktor desain dan tampilan pasar, atmosfer, tata ruang, tata letak, keragaman dan kualitas barang, promosi penjualan, jam operasional pasar yang terbatas, serta optimalisasi pemanfaatan ruang jual merupakan kelemahan terbesar pasar tradisional dalam menghadapi persaingan dengan pasar modern.
Ketika konsumen menuntut ’nilai lebih’ atas setiap uang yang dibelanjakannya, maka kondisi pasar-pasar tradisional yang kumuh, kotor, bau, dengan atmosfir seadanya dalam jam operasional yang relatif terbatas tidak mampu mengakomodasi hal ini. Kondisi ini menjadi salah satu alasan konsumen untuk beralih dari pasar tradisional ke pasar modern. Artinya, dengan nilai uang yang relatif sama, pasar modern memberikan kenyamanan, keamanan, dan keleluasaan berbelanja yang tidak dapat diberikan pasar tradisional.
Kondisi ini diperburuk dengan citra pasar tradisional yang dihancurkan oleh segelintir oknum pelaku dan pedagang di pasar. Maraknya informasi produk barang yang menggunakan zat kimia berbahaya serta relatif mudah diperoleh di pasar tradisional, praktek penjualan daging oplosan, serta kecurangan-kecurangan lain dalam aktifitas penjualan dan perdagangan telah meruntuhkan kepercayaan konsumen terhadap pasar tradisional.
Belum lagi kenyataan, Indonesia adalah negara dengan mayoritas konsumen berasal dari kalangan menengah ke bawah. Kondisi ini menjadikan konsumen Indonesia tergolong ke dalam konsumen yang sangat sensitif terhadap harga. Ketika faktor harga rendah yang sebelumnya menjadi keunggulan pasar tradisional mampu diruntuhkan oleh pasar modern, secara relatif tidak ada alasan konsumen dari kalangan menengah ke bawah untuk tidak turut berbelanja ke pasar modern dan meninggalkan pasar tradisional. Selain itu, maraknya kemunculan pasar modern (minimarket, supermarket, hypermart) sering dianggap sebagai ancaman serius oleh pedagang pasar tradisional.[4]
Melihat kondisi diatas, maka tingkat penjualan barang untuk pasar tradisional sudah tentu terpengaruh oleh adanya pasar modern. Hal ini mengakibatkan pendapatan para pedagang di pasar tradisional pun terpengaruh.
Atas dasar hal tersebut, maka peneliti berniat untuk melakukan penelitian mengenai tingkat penjualan para pedagang pasar tradisional yang dituangkan dalam penelitian dengan judul “Pengaruh Adanya Pasar Modern terhadap Tingkat Penjualan Barang bagi Pedagang Pasar Tradisional Ciputat, Tangerang Selatan”.

B.      PERUMUSAN MASALAH

Agar perumusan masalah lebih terfokus, maka penelitian ini dirumuskan dalam rangka menjawab permasalahan sebagai berikut:
a.       Bagaimana tingkat penjualan pedagang pasar tradisional setelah adanya pasar modern?
b.      Kebijakan apa yang sudah dilakukan pemerintah dalam memandang persaingan antara pasar tradisional dan pasar modern?

Adapun kategori pedagang yang menjadi objek penelitian adalah :
a.       Pedagang Sayur
b.       Pedagang Buah
c.       Pedagang Pakaian
d.       Pedagang Daging

1)       Tujuan  Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak dari keberadaan pasar modern terhadap tingkat penjualan pedagang pasar tradisional Ciputat, Tangerang Selatan. Selain itu, juga untuk mengetahui kebijakan yang dilakukan pemerintah dalam rangka mengatasi persaingan yang terjadi antara pasar tradisional dan pasar modern di Ciputat, Tangerang Selatan.

D.      MANFAAT PENELITIAN

Manfaat Khusus dari penelitian ini adalah:
·        Dapat bermanfaat dan menambah khazanah ilmu pengetahuan bagi peneliti dan semua pihak akademisi. Selain itu, diharapkan juga dapat menjadi sumbangan pemikiran .
Manfaat Umum dari penelitian ini :
·        Untuk mengantisipasi meluasnya pasar modern yang membuat pasar tradisional semakin terpinggirkan.
·        Sebagai masukan bagi pemerintah dalam membuat kebijakan yang berkaitan dengan pengelolaan pasar di Indonesia, khususnya di wilayah Tangerang Selatan.

E.  KERANGKA TEORI

·        Tambunan, dkk (1998 : 3.4), membahas pasar tradisonal dan modern berdasarkan tipologi pasar.  Menurutnya pasar merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi barang dan jasa

F.      METODE PENELITIAN

Dalam penelitian ini metode penelitian yang peneliti gunakan adalah metode penelitian survai, penelitian survai adalah penelitian yang mengambil sampel dari satu populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data yang pokok.[5] Alasan peneliti menggunakan metode penelitian survai karena dalam tahap pengumpulan data peneliti menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data.

G.     WAKTU DAN TEMPAT PENELITIAN

            Dalam penelitian ini peneliti melakukan penelitian di Pasar Tradisional Ciputat, Tangerang Selatan yang beralamat di Jl. Arya Putra. Alasan kami memilih pasar tradisional ini untuk dijadikan sampel penelitian dikarenakan pasar ini merupakan pasar tradisional pertama yang ada di Ciputat jauh sebelum berdirinya pusat perbelanjaan modern di sekitarnya. Oleh karena itu, kami sebagai peneliti ingin melakukan penelitian di pasar tradisional ini guna mengetahui dampak apa saja yang terjadi didalamnya setelah berdirinya pasar modern di sekitar pasar Ciputat tersebut. Adapun waktu pelaksanaan penelitian adalah dimulai dari tanggal   3 Juni 2011 s/d  5 Juni 2011.

BAB II
KERANGKA PEMIKIRAN

Keberadaan pasar, khususnya yang tradisional, merupakan salah satu indicator paling nyata kegiatan ekonomi masyarakat di suatu wilayah. Pemerintah harus memperhatikan keberadaan pasar tradisional sebagai salah satu sarana public yang mendukung kegiatan ekonomi masyarakat. Perkembangan jaman dan perubahan gaya hidup yang dipromosikan begitu hebat oleh berbagai media telah membuat eksisitensi pasar tradisional menjadi sedikt terusik. Namun demikian, pasar tradisional ternyata masih mampu untuk bertahan dan bersaing di tengah serbuan pasar modern dalam berbagai bentuknnya.
Maraknya pembangunan pasar modern membuat para pedagang tradisional tak mampu bertahan. Hal ini menunjukan perkembangan pasar modern yang sangat cepat  dan memberikan dampak yang kurang baik terhadap pasar tradisional. Dalam hitungan tahun pasar modern telah menggusur keberadaan pasar tradisional. Pasar modern melayani para konsumen yang tidak hanya mencari harga murah tetapi juga melihat dari sisi kenyamanan dan pelayananya yang menjadi daya tarik tersendiri. Selain untuk mengetahui dampak pasar modern terhaadap pasar tradisional ciputat juga untuk membuktikan apakah hasil penelitian tersebut sama dengan kondisi pasar tradisional ciputat.[6]

BAB III
METODELOGI PENELITIAN

A.      KERANGKA DAN JENIS PENELITIAN
·      Penelitian Kuantitatif
1)          Observasi
Penelitian ini dilakukan di Pasar Tradisional Ciputat, Tangerang Selatan pada tanggal 3 s/d 5 Mei tahun 2011. Penulis akan melakukan pengamatan secara langsung, memperhatikan secara akurat, mencatat fenomena yang muncul dan mempertimbangkan antar aspek dalam fenomena tersebut.

2)          Angket atau Kuesioner
Adalah satu set pertanyaan yang tersusun secara sistematis dan standar sehingga pertanyaan yang sama dapat diajukan pada setiap responden.[7]

3)          Dokumentasi
merupakan suatu cara yang digunakan untuk mengambil data-data berupa gambar kegiatan para pedagang pasar tradisional Ciputat, sebagai data atau bukti konkrit penelitian ini

B.      POPULASI DAN SAMPEL
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian diambil kesimpulan.[8] Sedangkan sampel adalah bagian dari jumalah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut.[9]
Populasi dalam penelitian ini adalah pedagang yang berjualan di pasar tradisional Ciputat, Tangerang Selatan. Populasi dalam penelitian ini ada empat kategori pedagang pasar tradisional ciputat yang berbeda, yaitu pedagang pakaian, sayuran, daging, dan buah.  
Selain itu, sampel yang akan kami ambil adalah sebanyak 40 responden yang merupakan para pedagang di pasar tradisional Ciputat. Teknik pengambilam sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik probability sampling, yaitu teknik pengambilam sampel anggota populasi, di mana setiap populasi memiliki peluang yang sama untuk dijadikan sampel.

C.      TEKNIK PENGUMPULAN DATA
Pada penelitian ini menggunakan dua sumber data, yaitu data primer dan sekunder:

1. Data Primer
Menurut Istijanto (2009; 44) data primer (primary) adalah data asli yang dikumpulkan oleh periset untuk menjawab masalah risetnya secara khusus. Dalam riset pemasaran data primer diperoleh secara langsung dari sumbernya. Dan pengumpulan datanya dilakukan berupa kuesioner maupun wawancara langsung dilapangan, eksperimen dan observasi terhadap pedagang di Pasar Tradisional Ciputat.

2. Data Sekunder
Data sekunder (secondary data) adalah data yang diperoleh dari study kepustakaan, dan internet. Data dikumpulkan dengan pendekatan cross sectional, yaitu data dikumpulkan satu kali.
Sedangkan skala yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan skala nominal. Skala nominal merupakan skala yang digunakan sekadar untuk memberi label atau nama suatu kategori. Kategori yang satu dengan yang lain merupakan kategori yang tidak saling bersinggungan. Kategori yang satu merupakan “lawan” dari kategori yang lain atau mengindikasikan dengan tegas bukan sebagai kategori yang lain.

  No.
Jenis Jawaban
Bobot
1
Ya
29
2
Tidak
11

Tingkat penilaian jawaban
1.          Ya       =   1
2.          Tidak   =   1

·  Karakteristik Responden
Adapun karakteristik responden berdasarkan pengisian kuesioner yang dibagikan k
epada 40 responden dalam penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut:
1) Jenis Kelamin
Berikut ini adalah Distribusi frekuensi responden berdasarkan jenis kelamin, yaitu sebagai berikut:
No
Keterangan
Frekuensi
1
Perempuan
15
2
Laki - laki
25

Total
40






E.      TEKNIK PENGOLAHAN DATA
·        Rumus frequensi Relatif : 
N =
Keterangan:     
N  = Besaran Presentase
Fx = Frekuensi (Jumlah Jawaban Responden)
N  = Jumlah Responden

·        Rumus Chi-Square:
Keterangan:
 O  = observed frequensi (nilai yang diamati)
 E  = expected frequensi (nilai yang diharapkan)
Data berdasarkan kuesioner

YA
TIDAK
TOTAL
Laki – laki
17 68 %
32 %
25
Perempuan
12 80 %
3 / 20 %
15

29
11
40
Sumber: Data primer yang telah diolah

Berdasarkan data dari table di atas, jumlah responden 40 orang pedagang yang terdiri dari 4 orang pedagang buah, 12 orang pedagang daging (ayam, sapi, ikan), 3 orang pedagang sayur, dan 29 orang pedagang pakaian dan semua adalah pedagang yang berjualan di pasar tradisional Ciputat, Tangerang Selatan. Secara tidak langsung dapat disimpulkan berdasarkan data tersebut bahwa para pedagang di pasar tradisional lebih banyak yang merasa berpengaruh atas berdirinya berbagai jenis pasar modern disekitar pasar tradisional Ciputat tersebut.

BAB IV

A.      PEMBAHASAN
·      Pasar Dan Makna Sejarahnya Di Indonesia
Pasar adalah sebuah komunitas yang umurnya sudah setua dengan usia peradaban. Dari sisi sejarah, Pasar adalah penggerak utama karena di pasar itulah kemudian berkembang pola-pola landasan susunan ekonomi masyarakat. Kita masih ingat diskusi Socrates di pasar Athena, Ngamuknya Yesus di Rumah Suci Sulaiman karena tempat suci dijadikan pasar dengan menendangi, menjungkirbalikkan barang dagangan dan ucapan-ucapan keras Yesus, atau awal kita mendengar tarikh Nabi Muhammad saw yang dimulai dengan perjalanan di masa kecilnya ke Pasar yang ada di Damaskus. [10]
Pengertian Pasar di Nusantara pada awalnya adalah sebuah jaringan-jaringan dagang internasional. Unsur-unsur jaringan dagang inilah yang kemudian menjadi penggerak sejarah di Indonesia mulai dari masuknya pengaruh Hindu-Buddha (jaringan indianisasi), Cina dan Pembaratan. Setelah beberapa peristiwa penting seperti pembantaian dan pembakaran kebun-kebun lada (hongi), penguasaan jaringan dagang pesisir oleh VOC dan Monopoli perdagangan besar dimana VOC memiliki konsesi yang sangat besar. Dari unsur-unsur ini kemudian pasar di Indonesia jauh dari pengertian rakyat seperti : jaringan niaga raksasa seperti yang ada di Banten, Surabaya, Medan dan Makassar, setelah konsesi Semarang dan lahirnya perjanjian Giyanti 1755 secara revolusioner seluruh pengertian pasar dalam alam pikiran rakyat berubah total. Pasar dalam pengertian rakyat pribumi juga dalam alam pikiran para elite mengkerut menjadi pasar mikro dimana jaringan distribusinya merupakan rantai kedua setelah barang masuk pelabuhan dan diterima oleh jaringan dagang lokal. Disinilah kemudian pengertian pasar itu terbentuk. Jadi selama lebih dari dua ratus tahun bangsa kita diasingkan dari jaringan-jaringan Internasional, (Baru setelah Orde Baru kita dikenalkan oleh jaringan Internasional itu tapi bukan sebagai pelaku, sebagai subjek... namun sebagai makelar konsesi-konsesi tambang dan kekayaan negara termasuk makelar utangan negara).[11]

·      Kedudukan Pasar dalam Kegiatan Ekonomi
Pada mulanya, orang memperoleh barang-barang yang tidak diproduksinya sendiri melalui pertukaran atau barter. Dengan cara barter, orang menukarkan suatu barang dengan barang lain secara langsung tanpa menggunakan alat pembayaran. Untuk itu, biasanya dipilih suatu tempat yang sudah disepakati bersama. Misalnya tanah lapang yang mudah dicapai semua orang. Lama kelamaan tempat ini berubah menjadi pasar. Kegiatan yang dilakukan disana pun tidak lg sekedar tukar menukar barang, namun sudah berupa kegiatan jual-beli dengan menggunakan alat pembayaran berupa uang.[12]

Pasar bisa dideskripsikan dalam arti sempit dan luas. Dalam arti sempit atau pengertian sehari-hari, pasar adalah tempat dilakukannya kegiatan jual beli berbagai macam barang dan jasa untuk keperluan hidup sehari-hari. Dalam pengertian yang lebih luas dan menurut ilmu ekonomi, pasar adalah proses berlangsungnya transaksi permintaan dan penawaran atas barang dan jasa.[13]
Secara rinci, peranan pasar bagi konsumen, produsen, dan pemerintahan adalah :
1)       Bagi konsumen, pasar memberikan kemudahan untuk memperoleh kebutuhan barang maupun jasa.
2)       Bagi produsen, pasar merupakan tempat untuk memperoleh bahan baku dan menjual hasil produksi.
3)       Bagi pemerintah, pemerintah juga melakukan kegiatan konsumsi barang dan jasa. Misalnya, pemerintah juga perlu membeli perlengkapan alat-alat kantor , baju seragam pegawai, dan lain-lain. Kebutuhan barang dan jasa yang diperlukan pemerintah dapat diperoleh di pasar. Selain itu, pasar juga mendatangkan pemasukan bagi pemerintah melalui pajak atau retribusi, seperti retribusi parker atau kebersihan.[14]

B.      TEKNIK ANALISIS DATA
Setelah terkumpulnya data dan informasi yang dibutuhkan sesuai dengan permasalahan penelitian, maka selanjutnya kami melakukan analisis terhadap data dan informasi tersebut. Dalam menulis data tersebut kami menggunakan analisis deskriptif, yaitu mendeskripsikan hasil temuan penelitian secara sistematis, faktual dan akurat yang disertai dengan beberapa kesimpulan hasil kuesioner.
Analisa data merupakan bagian yang sangat penting dalam metode ilmiah, karena dengan analisis data tersebut dapat diberi data dan makna yang berguna dalam memecahkan masalah penelitian.   Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis secara kuantitatif. Data kuantitatif dari hasil pengisian kuesioner, observasi langsung dan dokumentasi selanjutnya disusun dalam catatan lapangan, kemudian diringkas dan dipilih hal-hal yang penting dan pokok, dikategorikan dan disusun secara sistematis dengan mengacu pada perumusan masalah dan tinjauan teoritis yang berkaitan dengan penelitian ini.

BAB V
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

Pasar selain dapat diartikan sebagai tempat bertemunya pembeli dan penjual, ia juga dapat diartikan apabila didalamnya terdapat suatu proses jual beli yang disertai dengan transaksi. Pasar berdasarkan macamnya ada dua, yaitu pasar tradisional dan pasar modern.
Seiring berjalannya waktu dari masa ke masa, banyak berdirinya pasar  di Indonesia baik dalam bentuk kecil-kecilan atau eceran sampe dalam bentuk grosir dan supermarket. Berdirinya beragam pasar modern seperti supermarket atau minimarket di Indonesia memang dikatakan sebagai bentuk dari pembangunan ekonomi, tetapi di sisi lain ada juga pengaruhnya untuk beberapa pasar tradisional atau pasar kecil yang berdiri lebih dulu. Tetapi itu semua dapat dikatakan berdasarkan tipologi pasar atau tempat dan tata letak berdirinya.
Kelemahan kita saat ini adalah kita tidak memiliki kesadaran kapital bersama untuk merebut kembali Kapital punya bangsa ini yang sudah lama disenggamai pihak asing, kita selalu mementingkan kepentingan diri sendiri, kita tidak ada kesadaran bersama sebagai bangsa melihat problem bersama. Bangsa tidak lagi dilihat sebagai sebuah imajinasi pengorbanan bersama, tetapi lebih dilihat sebagai kesempatan besar bagaimana kita bisa mengeruk kekayaan negara.

DAFTAR PUSTAKA

Refrensi Buku :
·        M. Fuad, Christine H, Nurlela, Sugiarto, Paulus , Y.E.F. Pengantar Bisnis, PT Gramedia Pustaka, Cetakan kedua (edisi revisi) Oktober 2001
·        Saraswati Mila, Widianingsih Ida, Be Smart Ilmu Pengetahuan Sosial “pasar” , PT. Grafindo Media Pratama
·        Hamdan, dani. Jurnal Analisis Sosial vol. 12, Ketahanan dan Kerentanan Usaha Kecil: Di antara Bencana Alam, Kebijakan Ekonomi, dan Lingkungan Sosial. ISSN 1411 0024
·        Masri Singarimbun, Metode Penelitian Survai.
·        Mohammad Yasin, Sri Ethicawati, Ekonomi (IPS Terpadu), Ganeca Exact
·        Sri Pujiastuti, dkk, IPS Terpadu, Jilid A, Unit 4 : Kedudukan dan Jenis-jenis Pasar
·        Prof.Dr.Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D
·        J. Supranto, STATISTIK : Teori dan Aplikasi, Bab 2 Pengumpulan dan Pengolahan Data, edisi 6, jilid 1, Jakarta, Erlangga, 2000


Situs Internet :



[1] M. Fuad, Christine H, Nurlela, Sugiarto, Paulus , Y.E.F. Pengantar Bisnis, PT Gramedia Pustaka, Cetakan kedua (edisi revisi) Oktober 2001, hlm 120
[2] Saraswati Mila, Widianingsih Ida, Be Smart Ilmu Pengetahuan Sosial “pasar” , PT. Grafindo Media PratamaBab 10, hlm 87
[3] http://syadiashare.com/jenis-jenis-pasar.html Disunting pada tanggal 15 Juni 2011, pukul 17:05 WIB.
[4]  Hamdan, dani. Jurnal Analisis Sosial vol. 12, Ketahanan dan Kerentanan Usaha Kecil: Di antara Bencana Alam, Kebijakan Ekonomi, dan Lingkungan Sosial. ISSN 1411 0024, Hlm. 38
[5] Masri Singarimbun, Metode Penelitian Survai, hal 3
[6] http://iyano.wordpress.com/2010/11/13/wralaba-menjamur-pasar-tradisional-tersingkir/ di sunting pada hari selasa tanggal 20 Juni 2011, pukul 20;35 WIB
[7] J. Supranto, STATISTIK : Teori dan Aplikasi, Bab 2 Pengumpulan dan Pengolahan Data, edisi 6, jilid 1, Jakarta, Erlangga, 2000, hlm 23
[8] Prof.Dr.Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D, hal 80
[9] Ibid, hal 81
[10] http://anton-djakarta.blogspot.com/2007/12/pasar-tradisional-vs-pasar-retail.html disunting pada tanggal 19 Juni 2011, pukul 14.11 WIB.
[11]  Ibid
[12] Sri Pujiastuti, dkk, IPS Terpadu, Jilid A, Unit 4 : Kedudukan dan Jenis-jenis Pasar, hlm 110
[13] Ibid
[14] Mohammad Yasin, Sri Ethicawati, Ekonomi (IPS Terpadu), Ganeca Exact, Hlm 27