PASAR DUNIA TRANSAKSI BERKAH DAN TERPERCAYA

Pasar Dunia Membantu Penjualan dan pembelian barang dan jasa yang anda perlukan.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 01 November 2015

Persamaan Bisnis Pasar Tradisional dan Pasar Modern

LAPORAN PRAKTIKUM
MANAJEMEN BISNIS
ACARA II
PERSAMAAN BISNIS
PASAR TRADISIONAL DAN PASAR MODERN
Disusun oleh
Nama Mahasiswa : Rr. Mella Miandi
NIM : 11/321477/DTP/00707
Kelp/shift : D1/2
Hari, tanggal : Senin , 12 Maret 2012
Asisten : Resti Isma Astuti
PROGRAM DIPLOMA III AGROINDUSTRI
JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA
2012
BAB I
PENDAHULUAN
  1. Latar Belakang
Dalam dunia bisnis, perusahaan dikatakan berhasil jika produk yang dihasilkan dapat mendapat perhatian dari pasar dan konsumen. Perusahaan harus memiliki pertimbangan dalam menentukan pasar yang akan di salurkan produknya agar memperoleh perhatian dari konsumen. Ada dua jenis pasar yang harus dipertimbangankan yaitu pasar tradisional dan pasar modern.
Sekarang pasar modern telah menjamur di setiap pelosok daerah di Indonesia, sedangkan pasar-pasar masih tetap bertahan dengan tradisinya. Pasar tradisional mulai memulai persaingan agar pelanggan tidak perpindah ke pasa modern. Pasar tradisional mulai mengubah atau menata ulang letak-letak warung atau lapak yang mereka tempati sehingga lebih menarik perhatian konsumen.
Oleh karena itu, praktikum manajemen bisnis kali ini akan membahas tentang perbedaan pasar tradisional dan pasar modern. Agar para praktikan mampu untuk menentukan pasar mana yang akan dipilih untuk memasarkan produknya.

  1. Tujuan
  1. Memahami konsep bisnis secara tradisional.
  2. Memahami pengelolaan bisnis secara modern.
  3. Memahami kekuatan dan kelemahan pasar modern dan pasar tradisional.
  4. Memahami perbedaan dan persamaan pasar modern dan pasar tradisional.
BAB II
LANDASAN TEORI
Pasar adalah sebuah tempat bertemunya penjual dan pembeli yang melakukan transaksi jual-beli. Pasar dibagi menjadi dua: pasar tradisional dan pasar modern. Pasar tradisional biasanya terdiri atas kios-kios atau gerai yang dibuka oleh penjual. Kebanyakan menjual kebutuhan sehari-hari, seperti bahan-bahan makanan, berupa ikan, buah, sayur-sayuran, telur, daging, dan lain-lain. Untuk pasar modern, sebenarnya tidak banyak berbeda dari pasar tradisional, namun pasar jenis ini berada dalam bangunan dan pelayanannya dilakukan secara mandiri (swalayan) atau dilayani oleh pramuniaga/pelayan (Permadi, 2007).
Dalam arti sempit, pasar adalah tempat bertemunya penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi jual beli. Dalam kajian ilmu ekonomi, pasar adalah suatu tempat atau proses interaksi antara permintaan dan penawaran barang/jasa tertentu sehingga terbentuk harga keseimbangan (harga pasar) dan jumlah yang diperdagangkan (Sofiah, 2009).
Pemasaran adalah pelaksanaan dunia usaha yang mengarahkan arus barang-barang dan jasa-jasa dari produsen ke konsumen atau pihak pemakai. Defenisi ini hanya menekankan aspek distribusi ketimbang kegiatan pemasaran. Sedangkan fungsi-fungsi lain tidak diperlihatkan, sehingga kita tidak memperoleh gambaran yang jelas dan lengkap tentang pemasaran (Kottler, 2000).
Secara sederhana, definisi pasar selalu dibatasi oleh anggapan yang menyatakan antara pembeli dan penjual harus bertemu secara langsung untuk mengadakan interaksi jual beli. Namun, pengertian tersebut tidaklah sepenuhnya benar karena seiring kemajuan teknologi, internet, atau malah hanya dengan surat. Pembeli dan penjual tidak bertemu secara langsung, mereka dapat saja berada di tempat yang berbeda atau berjauhan. Artinya, dalam proses pembentukan pasar, hanya dibutuhkan adanya penjual, pembeli, dan barang yang diperjualbelikan serta adanya kesepakatan antara penjual dan pembeli. Contoh pasar yaitu pasar tradisional dan pasar modern (Maynardo, 2010).
Pasar tradisional merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli serta ditandai dengan adanya transaksi penjual pembeli secara langsung dan biasanya ada proses tawar-menawar yang terjadi. Kebanyakan menjual kebutuhan sehari-hari seperti bahan-bahan makanan berupa ikan, buah, sayur-sayuran, telur, daging, kain, pakaian, barang elektronik, jasa dan lain-lain. Selain itu, ada pula yang menjual kue-kue dan barang-barang lainnya. Pasar seperti ini masih banyak ditemukan di Indonesia, dan umumnya terletak dekat kawasan perumahan dan perkampungan agar memudahkan pembeli untuk mencapai pasar. Sisi negatif dari pasar tradisional adalah keadaannya yang cenderung kotor dan kumuh sehingga banyak orang yang segan berbelanja disana. Beberapa pasar tradisional yang “legendaris” antara lain adalah pasar Beringharjo di Jogja, pasar Klewer di Solo, pasar Johar di Semarang. Pasar tradisional di seluruh Indonesia terus mencoba bertahan menghadapi “serangan” dari pasar modern (Maynardo, 2010).
Pasar modern tidak banyak berbeda dari pasar tradisional, namun pasar jenis ini penjual dan pembeli tidak bertransakasi secara langsung melainkan pembeli melihat label harga yang tercantum dalam barang (barcode), berada dalam bangunan dan pelayanannya dilakukan secara mandiri (swalayan) atau dilayani oleh pramuniaga. Barang-barang yang dijual, selain bahan makanan makanan seperti; buah, sayuran, daging; sebagian besar barang lainnya yang dijual adalah barang yang dapat bertahan lama, seperti piring, gelas, pisau, kipas, dan lain-lain. Berbeda dengan pasar tradisional yg identik dengan lingkungannya yang kotor, pasar modern justru kebalikannya. Maka dari itu, masyarakat sekarang cenderung memilih pasar modern sebagai tempat belanja guna memenuhi kebutuhan sehari-hari. Contoh dari pasar modern adalah pasar swalayan, hypermarket, supermarket, dan minimarket (Maynardo, 2010).
BAB III
PROSEDUR PRAKTIKUM
  1. Alat dan Bahan
  1. Alat
  1. Kertas Hvs
  2. Alat tulis
  1. Bahan
  1. Modul praktikum
  2. Referensi
  1. Cara Kerja
  1. Menjelaskan dampak positif dan negative adanya pasar modern dan pasar tradisional.
  2. Menjelaskan bagaimana perkembangan dan pengembangan masing-masing pasar.
  3. Membuat rencana bisnis dibidang Agroindustri dan memilih untuk membuka usaha dengan konsep pasar modern atau pasar tradisional.
  4. Mempresentasikan rencana bisnis dibidang Agroindustri dengan alas an dan tujuan pemilihan pemasaran menggunakan pasar modern atau pasar tradisional.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
  1. Hasil
  1. Dampak positif dan negative
  1. Pasar Modern
Positif
Negatif
  1. Lebih higienis
  2. Melewati proses penyortiran
  3. Sarana lebih canggih
  4. Tata letak diatur
  5. Lokasinya strategis dan mudah dijangkau
  6. Bisa melihat harga produk
  7. Menarik konsumen
  8. Produknya sudah SNI
  1. Harga sudah ditentukan tanpa tawar menawar
  2. Terkena pajak
  3. Tidak bisa ditawar
  4. Harga lebih mahal
  5. Tidak semua produk dijual dipasar modern
  6. Merugikan bagi supplier
  7. Memiliki standar harga sendiri
  1. Pasar tradisional
Positif
Negative
  1. Terdapat beragam pilihan
  2. Lebih murah
  3. Mudah ditawar
  4. Pegawainya lebih ramah
  5. Masih ada sistem barter
  6. Bisa mencari alternative lain kalau barang yang dicari habis
  7. Barang yang tersedia lebih banyak
  8. Lebih menarik konsumen
  9. Bervariasi dari mutu rendah hingga mutu tinggi
  10. Tersebar diman-mana
  11. Menawarkan jasa angkut
  12. Dapat membuka lapangan pekerjaan
  1. Kebersihan kurang
  2. Tidak melewati proses sortir
  3. Manajemen keuangannya kurang menarik
  4. Tata letak kurang nyaman
  5. Tidak tahu mana yang baik dan yang kadaluarsa
  6. Mutu ada yang baik dan ada yang jelek
  7. Fasilitas pembayarannya kurang
  1. Perkembangan dan Pengembangan masing-masing pasar
  1. Pasar Modern
Perkembangan
Pengembangan
  1. Mudah dijangkau
  2. Lebih mengarah pada keinstanan, contoh makanan kalengan
  3. Harga mengarahnke kalangan menengah atas
  4. Mutunya lebih bagus
  5. Mempunyai legalitas, contoh SNI
  6. Lokasi lebih di atur lagi
  7. Melakukan penyembangan antara pasar modern dan pasar tradisional
  8. Buka 24 jam
  9. Pemilihan lokasi lebih diatur lagi
  10. Transaksi pembayran lebih lama
  1. Pemilihan lokasinyanlebih di atur lagi
  2. Manajerialnya lebih di tingkatkan lagi
  3. Infrastruktur lebih ditingkatkan seperti fasilitas-fasilitas pendukung seperti, toilet mushola dan tempat penitipan barang, dan lain-lain
  1. Pasar Tradisional
Perkembangan
Pengembangan
  1. Kalah saing denganpasar modern
  2. Penataannya lebih diatur dan kebersihannya
  3. Lebih baik dan meningkatkan dalam segi kualitas
  4. Segi keamannya semakin meningkat dan terjamin
  5. Lebih dilakukan penataan
  1. Meningkatakan kenyamanan
  2. Lebih dilakukan penanganan produk lain ditingkatkan
  3. Dibuat kepengurusan dalam segi manajemen
  4. Dilakukan penataan tempat
  5. Pasar tradisional dengan pasar modern
Produk : Gethuk
Nama produk : Gedhok Gethuk di Gedhog
Harga : Rp 1.000,-
Pemasaran : Pasar Modern
Alasan : Dipasarkan di pasar-pasar modern karena pasar modern tata letaknya leovasi lebih tertata rapid an konsumennya rata-rata lebih berfikir pada suatu yang baru atau inovasi baru.
  1. Pembahasan
Dalam kehidupan sehari-hari, kita mengenal dua jenis pasar yaitu pasar tradisional dan pasar modern. Pasar tradisional identik dengan jaman dahulu dan pedesaan. Sedangkan pasar modern identik dengan masa depan dan perkotaan yang padat penduduk. Namun saat ini, masih banyak pasar tradisional yang masih tersisa dan banyak peminatnya walaupun sudah banyak pasar modern menjamur di perkotaan bahkan pedesaan.
Pengertian pasar tradisional sendiri adalah pasar yang bersifat tradisional dimana para penjual dan pembeli dapat mengadakan tawar menawar secara langsung. Barang-barang yang diperjualbelikan adalah barang-barang kebutuhan pokok. Contoh pasar tradisional yang masih bertahan adalah pasar Beringharjo di Yogyakarta, Pasar Klewer di Solo, dan Pasar Johar di Semarang.
Pasar modern adalah pasar yang bersifat modern dengan cara melayani diri sendiri dan semua harganya pas tanpa bisa ditawar. Hampir semua jenis barang dijual dipasar modern, seperti sayuran, buah-buahan, makanan kaleng, susu, bumbu dapur bahkan bahan makanan dari luar negeri pun tersedia dipasar modern ini. Contoh pasar modern adalah Superindo, Carefour, Indomaret, Alfamart, dan Circle K.
Pada pasar modern, penjual dan pembeli tidak bertemu langsung. Pembeli tahu harga sebuah barang hanya dari label harga yang tertera di rak produk tersebut dan membayarnya di kasir. Pembeli pun melayani diri sendiri dengan mengambil sendiri bahan yang diinginkan atau biasanya ada seorang sales yang membantu. Pasar modern berada di sebuah ruang yang nyaman dan bersih sehingga para konsumen lebih tertarik pada kenyamanan dan kebersihannya.
Bila kita berbelanja di pasar tradisional kita tidak akan menemukan antrian kasir yang panjang, karena di pasar tradisional pembeli dan penjual akan melakukan transaksi langsung. Pembeli pun dapat menanyakan terlebih dahulu tentang harga barang yang akan dibelinya. Namun sayang, letak pasar tradisonal terkadnag masih semerawut dan acak-acakan, sehingga para konsumen tidak ingin berlama-lama dipasar tradisional.
Bahan makanan di pasar modern lebih higienis karena tidak mungkin ada lalat yang hingga diatas bahan makanan tersebut. Hampir semua bahan makanan atau barang-barang lain melewati proses penyortiran sebelum bisa memasuki pasar modern. Tata letak pada pasar modern lebih rapid an sesuai dengan bahan makanan, contohnya antara daging dan sayuran akan diletakan berjauhan sedangkan bahan makanan dalam bentuk kemasan juga berda di rak yang berbeda.
Lokasi pembangunan pasar modern pun strategisndan mudah dijangkau di kota maupun di desa. Sebelum membeli produk, konsumen dapat melihat harhga produk yang tercantum pada setiap rak , sehingga memudahkan para konsumen. Kebanyak produk yang berda di pasar modern telah memiliki label SNI yang telah melalui proses penilaian mutu sehingga aman dikonsumsi ataupun dipakai oleh konsumen.
Pasar modern memiliki harga yang sudah ditentukan sehingga konsumen tidak bisa menawar harga. Harga yang tertera pada label di rak telah terkena pajak dari pasar modern tersebut. Pasar modern memiliki standar harga sendiri sehingga harga yang diberikan oleh pasar modern jauh lebih mahal dibandingkan dengan pasar tradisional.
Tidak semua produk dipasaran dijual di pasar modern, biasanya produk-produk yang ada di pasar modern adalah produk yang laku dipasaran saja. Pasar modern membeli produk tersebut dengan harga seminimal mungkin namun pasar modern menjual produk tersebut kepada konsumen semahal mungkin. Hal ini membuat para supplier produk menjadi rugi karena produknya dibeli murah.
Pada pasar tradisional terdapat beragam pilihan, bila bahan makanan yang kita inginkan tidak ada maka kita bisa memilih bahan makanan penggantinya. Variasi mutu pun ada, dari kualitas bahan makanan yang jelek hingga kualitas yang terbaik pun tersedia. Barang yang tersedia pu lebih banyak dan bermacam-macam jenisnya.
Dari segi harga, pasar tradisional menawarkan harga yang lebih murah dan teerjangkau dikalangan ekonomi rendah. Masalah harga pun masih bisa tawar menawar hingga memperoleh kesepakatan. Hal ini membuat sosialisai antar sesame menjadi sebuah nilai plus dari pasar tradisional. Pasar tradisional dapat membuka lapangan pekerjaan dan di pasar tradisional terdapat jasa angkut.
Sayangnya, lokasi pasar tradisional kurang bersih sehingga membuat ketidaknyaman para konsumen. Produk yang ada di pasar tradisional tidak melewati proses penyortiran sehingga terkadang produk yang dibeli sudah busuk atau jelek. Tata letak antara bagian daging dan sayuran berdekat sehingga tidak higienis. Manajemen keuangannya kurang baik dan penyimpanan keuangan juga kurang baik. Begitu juga fasilitas pembayarannya kurang memadai.
Perkembangan pasar modern adalah lebih mudah dijangkau namun lokasinya harus diatur lagi karena terkadang pada satu wilayah terdapat dua minimarket. Karena mutu dan kualitas bahan makanan lebih bagus dan melewati proses penyortiran sehingga harga yang ditawrkan menjadi lebih mahal dan harganya lebih mengarah pada kalangan ekonomi keatas. Produknya pun memiliki standar tersendiri dan berstandar SNI.
Pengembangan pasar tradisional adalah pemilihan lokasi tempat berdirinya minimarket ataupun upermarket lebih di atur lagi agar rapi. Infrastrukturnya perlu ditingkatkan dan ditambak lagi, seperti mushola, toilet, tempat penitipan barang, dan lain-lain.
Perkembangan pasar tradisional adalah kalah saing dengan pasar modern. Segi keamanan semakin meningkat dan terjamin karena ada penjagaan dari warga sekitar atau satpam. Selain itu, penataannya sudah mulai baik dan lebih bersih sehingga konsumen merasa nyaman.
Pengembangannya adalah lebih meningkatkan layanan pelanggan dan melakukan penyortiran terhadap bahan makanan yang akan dijual agar kualitas dan mutunya tetap terjaga. Dalam segi manajerialnya, harus diterapkan sistem manajerial yang baik agar tidak mendapat kesulitan saat mengatur keuangan.
Dalam praktikum manajemen bisnis acara 2 kali ini, kelompok kami membuat rencana bisnis pembuatan makanan dalam kemasan. Makanan tersebut masih termasuk kedalam makanan tradisional dari daerah Gunungkidul, Yogyakarta yaitu Gethuk. Gethuk yang kita buat berasal dari Gethuk asli namun kita kemasan dalam kemasan plastic yang menarik seperti halnya bahan makanan atau snack yang dijual dipasaran.
Nama produk yang kita tawarkan adalah GEDHOK yang berarti Gethuk di Gedhok. Harga jual produk ini adalah Rp 1000,- per kemasan. Kami memilih memasarkan produk GEDHOK dipasar modern karena dipasar modern tata letaknya lebih tertata rapid an konsumennya rata-rata lebih berfikir tentang suatu yang baru atau inovasi baru yang belum ada dipasaran.
Industri yang berbasis agro biasanya lebih memilih pasar tradisional karena dipasar tradisional para produsen menjual harga yang tinggi dan keuntungan untuk para penjual pun relative sedikit ketimbang dipasar modern yang membeli produk dengan harga serendah mungkin namun harga jualnya sangat tinggi. Pada pasar tradisional terdapat macam-macam pembeli dan mudah untuk memasarkannya tanpa harus melewati proses penyortiran karena bila produk tersebut memiliki mutu yang jelek pasti produk tersebut tidak laku dan merugikan bagi si produsen produk tersebut.
BAB V
KESIMPULAN
  1. Kesimpulan
  1. Pasar tradisional merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli serta ditandai dengan adanya transaksi penjual pembeli secara langsung dan biasanya ada proses tawar-menawar yang terjadi.
  2. Pasar jenis ini penjual dan pembeli tidak bertransakasi secara langsung melainkan pembeli melihat label harga yang tercantum dalam barang (barcode), berada dalam bangunan dan pelayanannya dilakukan secara mandiri (swalayan) atau dilayani oleh pramuniaga
  3. Kekuatan pasar modern : Lebih higienis, melewati proses penyortiran, dan bisa melihat harga produk. Kekurangan pasar modern : Tidak bisa menawar, harga lebih mahal, dan merugikan supplier.
Kekuatan pasar tradisional : Lebih murah, bisa menawar, dan bisa mencari alternative lain bila barang yang dicari tidak ada. Kekurangan pasar tradisional : Kebersihan kurang, tidak melewati proses penyortiran, dan manajemen keuangan kurang baik.
  1. Perbedaan pasar tradisional dan pasar modern adalah masalah mutu atau kualitas, kenyamanan konsumen dan harga yang ditawarkan. Pada pasar tradisional tidak melewati proses penyortiran, harga lebih murah namun tempat kotor atau semerawut. Sedangkan, pada pasar modern melalui proses penyortiran namun harga mahal tetapi tempatnya bersih dan nyaman.
  2. Persamaan pasar tradisional dan pasar modern adalah sama-sama menjual bahan makanan, seperti sayuran, buah-buahan, beras, ikan, daging, dan bumbu dapur.
  1. Saran
  1. Co.ass mendorong praktikan agar lebih aktif.
  2. Ruang praktikum nyaman.
DAFTAR PUSTAKA
Keegaen Kotller. 2000. Pemasaran. Liberty. Jakarta

Maynardo, Brian. 2010. Perbedaan Antara Pasar Modern dan Pasar Tradisional.http://a67532.wordpress.com/category/tugas-softskill/perbedaan-antara-pasar-modern-dan-pasar-tradisional.html. Diakses Jumat, 16 Maret 2012. Pukul 17.26 WIB.

Permadi, Gilang. 2007. Pedagang Kaki Lima.Yudhistira. Jakarta.

Sofiah, Luvy. 2009. Seri Panduan Belajar dan Evaluasi Ekonomi. Yudhistira. Jakarta.

sumberhttps://nunnamea.wordpress.com/2012/04/18/persamaan-bisnis-pasar-tradisional-dan-pasar-modern/

Kamis, 01 Oktober 2015

Pengertian Sistem Ekonomi

Berbagai permasalahan ekonomi yang dihadapi oleh semua negara di dunia, hanya dapat diselesaikan berdasarkan sistem ekonomi yang dianut oleh masing–masing negara.
Perbedaan penerapan sistem ekonomi dapat terjadi karena perbedaan pemilikan sumber daya maupun perbedaan sistem pemerintahan suatu negara.
Sistem ekonomi merupakan perpaduan dari aturan–aturan atau cara–cara yang menjadi satu kesatuan dan digunakan untuk mencapai tujuan dalam perekonomian. Suatu sistem dapat diibaratkan seperti lingkaran-lingkaran kecil yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya.
Lingkaran-lingkaran kecil tersebut merupakan suatu subsistem. Subsistem tersebut saling berinteraksi dan akhirnya membentuk suatu kesatuan sistem dalam lingkaran besar yang bergerak sesuai aturan yang ada.
Sistem ekonomi dapat berfungsi sebagai :
a. Sarana pendorong untuk melakukan produksi
b. Cara atau metode untuk mengorganisasi kegiatan individu
c. Menciptakan mekanisme tertentu agar distribusi barang dan jasa terlaksana dengan baik.
Macam-macam SistemEkonomi
Sistem ekonomi sebagai solusi dari permasalahan ekonomi yang terjadi dapat dibedakan menjadi 4 macam, yaitu :
1. Sistem Ekonomi Tradisional
2. Sistem Ekonomi Pasar (Liberal/Bebas)
3. sistem ekonomi Komando (Terpusat)
4. Sistem Ekonomi Campuran
1. Sistem Ekonomi Tradisional
Sistem ekonomi tradisional merupakan sistem ekonomi yang diterapkan oleh masyarakat tradisional secara turun temurun dengan hanya mengandalkan alam dan tenaga kerja.
Ciri dari sistem ekonomi tradisional adalah :
1. Teknik produksi dipelajari secara turun temurun dan bersifat sederhana
2. Hanya sedikit menggunakan modal
3. Pertukaran dilakukan dengan sistem barter (barang dengan barang)
4. Belum mengenal pembagian kerja
5. Masih terikat tradisi
6. Tanah sebagai tumpuan kegiatan produksi dan sumber kemakmuran
Sistem ekonomi tradisional memiliki kelebihan sebagai berikut:
1. Tidak terdapat persaingan yang tidak sehat, hubungan antar individu sangat erat
2. Masyarakat merasa sangat aman, karena tidak ada beban berat yang harus dipikul
3. Tidak individualistis
Kelemahan dari sistem ekonomi tradisional adalah :
1. Teknologi yang digunakan masih sangat sederhana, sehingga produktivitas rendah
2. Mutu barang hasil produksi masih rendah Saat ini sudah tidak ada lagi negara yang menganut sistem ekonomi tradisional, namun di beberapa daerah pelosok, seperti suku badui dalam, sistem ini masih digunakan dalam kehidupan sehari – hari
2. Sistem Ekonomi Pasar (Liberal/Bebas)
Sistem ekonomi pasar adalah suatu sistem ekonomi dimana seluruh kegiatan ekonomi mulai dari produksi, distribusi dan konsumsi diserahkan sepenuhnya kepada mekanisme pasar.
Sistem ini sesuai dengan ajaran dari Adam Smith, dalam bukunya An Inquiry Into the Nature and Causes of the Wealth of Nations.
Ciri dari sistem ekonomi pasar adalah :
1. Setiap orang bebas memiliki barang, termasuk barang modal
2. Setiap orang bebas menggunakan barang dan jasa yang dimilikinya
3. Aktivitas ekonomi ditujukan untuk memperoleh laba
4. Semua aktivitas ekonomi dilaksanakan oleh masyarakat (Swasta)
5. Pemerintah tidak melakukan intervensi dalam pasar
6. Persaingan dilakukan secara bebas
7. Peranan modal sangat vital Kebaikan dari sistem ekonomi antara lain:
1. Menumbuhkan inisiatif dan kreasi masyarakat dalam mengatur kegiatan ekonomi
2. Setiap individu bebas memiliki sumber-sumber produksi
3. Munculnya persaingan untuk maju
4. Barang yang dihasilkan bermutu tinggi, karena barang yang tidak bermutu tidak akan laku dipasar
5. Efisiensi dan efektivitas tinggi karena setiap tindakan ekonomi didasarkan atas motif mencari laba
Kelemahan dari sistem ekonomi antara lain:
1. Sulitnya melakukan pemerataan pendapatan
2. Cenderung terjadi eksploitasi kaum buruh oleh para pemilik modal
3. Munculnya monopoli yang dapat merugikan masyarakat
4. Sering terjadi gejolak dalam perekonomian karena kesalahan alokasisumber daya oleh individu
3. Sistem Ekonomi Komando (Terpusat)
Sistem ekonomi komando adalah sistem ekonomi dimana peran pemerintah sangat dominan dan berpengaruh dalam mengendalikan perekonomian. Pada sistem ini pemerintah menentukan barang dan jasa apa yang akan diproduksi, dengan cara atau metode bagaimana barang tersebut diproduksi, serta untuk siapa barang tersebut diproduksi.
Ciri dari sistem ekonomi pasar adalah :
1. Semua alat dan sumber-sumber daya dikuasai pemerintah
2. Hak milik perorangan tidak diakui
3. Tidak ada individu atau kelompok yang dapat berusaha dengan bebas dalam kegiatan perekonomian
4. Kebijakan perekonomian diatur sepenuhnya oleh pemerintah Kebaikan dari sistem ekonomi terpusat adalah: 1. Pemerintah lebih mudah mengendalikan inflasi, pengangguran dan masalah ekonomi lainnya
2. Pasar barang dalam negeri berjalan lancar
3. Pemerintah dapat turut campur dalam hal pembentukan harga 4. Relatif mudah melakukan distribusi pendapatan
5. Jarang terjadi krisis ekonomi
Kelemahan dari sistem ekonomi terpusat adalah :
1. Mematikan inisiatif individu untuk maju
2. Sering terjadi monopoli yang merugikan masyarakat
3. Masyarakat tidak memiliki kebebasan dalam memilih sumber daya
5. Sistem Ekonomi Campuran
Sistem ekonomi campuran merupakan dari sistem ekonomi pasar dan terpusat, dimana pemerintah dan swasta saling berinteraksi dalam memecahkan masalah ekonomi.
Ciri dari sistem ekonomi campuran adalah :
1. Merupakan gabungan dari sistem ekonomi pasar dan terpusat
2. Barang modal dan sumber daya yang vital dikuasai oleh pemerintah
3. Pemerintah dapat melakukan intervensi dengan membuat peraturan, menetapkan kebijakan fiskal, moneter, membantu dan mengawasi kegiatan swasta.
4. Peran pemerintah dan sektor swasta berimbang Penerapan sistem ekonomi campuran akan mengurangi berbagai kelemahan dari sistem ekonomi pasar dan komando dan ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Secara umum saat ini hampir tidak ada negara yang murni melaksanakan sistem ekonomi terpusat maupun pasar, yang ada adalah kecenderungan terhadap ekonomi pasar seperti Amerika, Hongkong, dan negara–negara eropa barat yang berpaham liberal, sementara negara yang pernah menerapkan ekonomi terpusat adalah Kuba, Polandia dan Rusia yang berideologi sosialis atau komunis.
Kebanyakan negara-negara menerapkan sistem ekonomi campuran seperti Perancis, Malaysia dan Indonesia. Namun perubahan politik dunia juga mempengaruhi sistem ekonomi, seperti halnya yang dialami Uni Soviet pada masa pemerintahan Boris Yeltsin, kehancuran komunisme juga mempengaruhi sistem ekonomi soviet, dari sistem ekonomi terpusat (komando) mulai beralih ke arah ekonomi liberal dan mengalami berbagai perubahan positif. sumberhttp://thinkquantum.wordpress.com/2009/12/08/pengertian-sistem-ekonomi/

Selasa, 01 September 2015

Revitalisasi Pasar Tradisional

Pasar modern yang dicirikan oleh hadirnya mini market, super market, dan hyper market sudah merasuk ke lingkungan masyarakat, tidak hanya di perkotaan bahkan hingga ke pedesaan. Dengan berbagai keunggulannya, pasar modern telah menarik masyarakat pembeli untuk datang ke situ. Pembeli mulai ada tanda-tanda bakal meninggalkan pasar tradisional. Kalau hal ini dibiarkan terus berlangsung dengan mekanisme pasar bebas, dikhawatirkan pasar tradisional akan kalah bersaing. Bukan tidak mungkin nasibnya akan mirip dengan dinosaurus yang punah lantaran tidak sanggup menyesuaikan diri dengan tuntutan perubahan. 
Untuk mencegah hal itu terjadi, kiranya diperlukan upaya revitalisasi pasar tradisional. Kalau Pemerintah Kota Denpasar membuat blue print sebagai acuan dalam memperkuat pasar tradisional, sungguh sebuah kebijakan yang patut diapresiasi. Sebagaimana dikatakan oleh Wali Kota Denpasar, I. B. Rai Wijaya Mantra (Bali Post, 28 September 2010, hal. 2), bahwa blue print tersebut diharapkan bisa memperkuat kapasitas pedagang dalam mengembangkan ekonomi kerakyatan.
Ini sebuah langkah maju dalam menjaga eksistensi pasar tradisional yang notabene adalah masyarakat kelas bawah yang rata-rata bermodal kecil berhadapan dengan kapitalisme. Revitalisasi ini penting, tak hanya bagi pasar-pasar tradisional di wilayah Denpasar, bahkan juga untuk seluruh pasar tradisional di Bali.
Ekonomi Kerakyatan
Pasar tradisional bersentuhan langsung dengan ekonomi kerakyatan. Ekonomi kerakyatan sendiri dimaknai sebagai sistem ekonomi yang berpihak kepada rakyat. Sistem ekonomi kerakyatan adalah sistem ekonomi yang berbasis pada kekuatan rakyat. Menurut Mubyarto sebagaimana dikutip Prof. Cornelis Rintuh dan Miar, M.S. dalam bukunya yang berjudul Kelembagaan dan Ekonomi Kerakyatan (2005 : 4), ekonomi kerakyatan mempunyai ciri-ciri: 1. Dilakukan oleh rakyat tanpa modal besar; 2. Dikelola dengan cara-cara swadaya, 3. Bersifat mandiri sebagai ciri khasnya; 4. Tidak ada buruh dan tidak ada majikan, dan 5. Tidak (semata-mata- Red) mengejar keuntungan.
Dalam rangka membangun basis ekonomi kerakyatan yang antara lain dilaksanakan melalui revitalisasi pasar tradisional, maka peran serta pemerintah tidak bisa diabaikan. Ekonomi kerakyatan tidak boleh dibiarkan lepas begitu saja kepada kekuatan pasar dengan persaingan bebasnya. Tetapi, pengambil kebijakan dapat melakukan intervensi secara proporsional sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan rakyat sehingga pasar tradisional menjadi tempat ekonomi kerakyatan bisa tumbuh dan berkembang dengan baik.
Tiga Faktor yang Perlu Perhatian
Berkenaan dengan merevitalisasi pasar tradisional yang diperuntukkan bagi tumbuh-kembangnya ekonomi kerakyatan, penulis ingin menyumbangkan pemikiran sederhana dengan mengetengahkan beberapa hal yang patut mendapatkan perhatian dari para pedagang pasar tradisional, manajemen pengelola pasar, dan pemerintah (daerah), dan semua komponen yang terkait lainnya, diantaranya sebagai berikut.

Pertama, sanitasi pasar. Masih cukup banyak sesungguhnya pasar tradisional di Bali yang kurang memenuhi syarat kelayakan sanitasi. Diantaranya cenderung kotor, bau, becek, kurang penerangan, dan barang dagangan yang kurang tertata dengan apik.
Untuk menanggulanginya, maka kebiasaan memcampakkan sampah sembarangan harus dihentikan. Tempat sampah hendaknya disiapkan oleh para pedagang di tempatnya berjualan dan benar-benar dimanfaatkan sebagai tempat sampah, dan kemudian setelah penuh, sampahnya dibuang ke dalam bak sampah besar yang disiapkan pemerintah. Untuk mengurangi bau tak sedap, sebaiknya hindari membuang limbah cucian sembarangan, seperti cucian piring, cucian daging/ikan, dan sebagainya. Kalau air limbah ini bercampur dengan sampah, niscaya akan menimbulkan bau tak sedap. Bagian pasar yang menjadi tempat menjual ayam, bebek dan sejenisnya yang cenderung menimbulkan bau, mestinya lebih memperhatikan lagi aspek kebersihan tempat berjualan dengan secara rutin membersihkan kotoran binatang itu untuk mengurangi bau menyengat ke sekitarnya.
Pasar tradisional yang becek biasanya karena berlantaikan tanah. Ketika turun hujan, air hujan merembes ke lantai pasar. Ini menimbulkan keadaan lantai yang becek sehingga terkesan kotor. Lantai pasar yang masih tanah tersebut, seyogianya dipaving atau dilantai dengan dasar semen.
Di samping itu, pasar tradisional pada umumnya masih menggunakan penerangan seadanya, sehingga terkesan redup dan kusam, suasana yang tidak menarik orang untuk datang, memilih, dan membeli dagangan pada malam hari. Oleh karena itu, perlu dipasang lampu penerangan yang lebih besar Watt-nya sehingga pembeli lebih gampang melihat-lihat dan memilih barang yang hendak dibelinya sekaligus untuk memberikan kesan cerah/terang (galang-Bahasa Bali) di dalam pasar.
Lorong-lorong yang menjadi area pembeli lalu-lalang pun demikian sempit, sehingga orang agak sulit berpapasan apalagi untuk berhenti sebentar di situ tatkala memilih barang yang hendak dibeli. Untuk mengatasi hal itu, perlu membenahi penataan barang dagangan agar jalur lalu-lalang pembeli menjadi lebih leluasa.
Lingkungan pasar tradisional pada umumnya juga kurang terawat. Hampir setiap sudutnya ditempati pedagang. Tidak ada space ruang terbuka hijau yang cukup melegakan. Area yang sempit dan pengap ditambah lagi dengan kondisi yang kotor benar-benar melengkapi kesan ‘tradisional’ itu. Seakan-akan yang tradisional tersebut harus seperti itu kondisinya. Oleh karenanya, perlu ada areal terbuka yang cukup untuk taman-taman kecil, tempat tumbuhnya tanaman dan pepohonan yang menghijaukan wilayah seputar pasar. Walaupun berisikan setumpuk dagangan tapi kalau ditimpali dengan taman nan asri dan terpelihara, tentu pasar tradisional akan mampu memberi rasa nyaman kepada pengunjung.

Kedua, perlunya pelayanan yang profesional yang berorientasi pada pembeli. Kalau kita melihat pola pelayanan pasar modern, maka dalam beberapa hal perlu ditiru dan diterapkan di pasar tradisional. Salah satunya, pelayanan ramah yang tulus dari hati, perlu diperhatikan. Para pedagang yang sebagian besar kaum ibu itu pada umumnya sudah sangat menghayati perannya sebagai pedagang. Yang perlu sedikit dipoles adalah aspek pelayanan yang ramah. Ini penting, sebab masyarakat kita sekarang sudah mulai memperhatikan aspek keramahtamahan pelayanan ini, yang pada umumnya mereka dapatkan di pasar modern. Nah, jika para pedagang di pasar tradisional tidak meningkatkan keramah-tamahannya yang keluar dari hati yang tulus, maka akan kalah saing dengan pasar modern. Hal-hal yang baik dan berguna untuk kemajuan, ada baiknya diadopsi.

Ketiga, penetapan harga. Harga di pasar tradisional kadang-kadang lebih tinggi daripada di pasar modern. Walaupun perbedaan harga tersebut tidak terlalu besar, tapi hal ini boleh jadi berpengaruh terhadap minat pembeli. Karena harga di pasar tradisional lebih mahal, mungkin saja mereka akan beralih ke pasar modern. Jika berlangsung terus-menerus, maka hal ini dapat membahayakan eksistensi pasar tradisional. Di samping sudah kalah bersaing dalam penataan, pelayanan, kebersihan, juga kalah dalam hal persaingan harga. Kasihan sekali pasar tradisional kita. Untuk mengatasinya, diperlukan upaya-upaya komprehensif dan sinergis dari berbagai pihak yang terlibat. Melepas harga ke dalam transaksi dan persaingan pasar bebas kiranya perlu ditinjau kembali. Pemerintah daerah dapat melakukan intervensi dalam upaya mengontrol kenaikan harga dan menjaga stabilitasnya.
Setiap komponen pengelola pasar tradisional seyogianya peduli terhadap perubahan. Pasar tradisional harus maju bersamaan dengan tuntutan dan kebutuhan masyarakat. Tidak boleh puas dengan keadaan yang ada kini, melainkan harus maju terus menata diri dengan dukungan pemerintah dan seluruh komponen yang terkait. Revitalisasi dapat diwujudkan antara lain melalui perbaikan sanitasi, penataan lingkungan nan asri, profesionalisme pelayanan, dan pengontrolan harga pasar agar tak lebih tinggi dibanding pasar modern.
Semoga dengan implementasi pemikiran sederhana ini, pasar tradisional dapat memperlihatkan daya tarik terbaiknya kepada masyarakat pembeli, sekaligus menjadi bagian dari budaya bisnis masyarakat Bali yang dapat dibanggakan. Dan, tidak perlu senasib dengan dinosaurus! sumber
http://economist-suweca.blogspot.com/2010/10/revitalisasi-pasar-tradisional.html

Sabtu, 01 Agustus 2015

Pengertian Pasar Tradisional

Pengertian pasar tradisional

Pasar tradisional merupakan tempat bertemunya
penjual dan pembeli serta ditandai dengan adanya
transaksi penjual pembeli secara langsung dan
biasanya ada proses tawar-menawar, bangunan
biasanya terdiri dari kios-kios atau gerai, los dan
dasaran terbuka yang dibuka oleh penjual maupun
suatu pengelola pasar. Kebanyakan menjual kebutuhan sehari-hari seperti bahan-bahan makanan berupa ikan,buah, sayur-sayuran, telur, daging, kain, pakaian,barang elektronik, jasa dan lain-lain. Selain itu, ada pula yang menjual kue-kue dan barang-barang lainnya.Pasar seperti ini masih banyak ditemukan di Indonesia, dan umumnya terletak dekat kawasan perumahan agar memudahkan pembeli untuk mencapai pasar. Beberapa pasar tradisional yang "legendaris" antara lain adalah pasar Beringharjo di Yogyakarta,pasar Klewer di Solo, pasar Johar di Semarang. Pasar tradisional di seluruh 


Indonesia terus mencoba bertahan menghadapi serangan dari pasar modern.
Dalam ilmu ekonomi mainstream, konsep pasar adalah setiap struktur yang memungkinkan pembeli dan penjual untuk menukar jenis barang, jasa dan
informasi. Pertukaran barang atau jasa untuk uang adalah transaksi. Pasar peserta terdiri dari semua pembeli dan penjual yang baik yang memengaruhi
harga nya. Pengaruh ini merupakan studi utama ekonomi dan telah melahirkan beberapa teori dan model tentang kekuatan pasar dasar penawaran dan
permintaan. Ada dua peran di pasar, pembeli dan penjual. Pasar memfasilitasi perdagangan dan memungkinkan distribusi dan alokasi sumber daya dalam masyarakat. 

Pasar mengizinkan semua item yang diperdagangkan untuk dievaluasi dan harga. Sebuah pasar muncul lebih atau kurang spontan atau sengaja dibangun oleh interaksi manusia untuk memungkinkan pertukaran hak (kepemilikan) jasa dan barang.Ciri khas pasar tradisional adalah adanya tenda-tenda tempat penjual memasarkan dagangannya, serta pembeli yang berjalan hilir mudik untuk memilih dan menawar barang yang akan dibelinya.
Ciri-ciri pasar tradisional:
1. Proses jual-beli melalui tawar menawar harga
2. Barang yang disediakan umumnya barang keperluan
dapur dan rumah tangga
3. Harga yang relatif lebih murah
4. Area yang terbuka dan tidak ber-AC

Rabu, 01 Juli 2015

Laporan Observasi Pasar 2

BAB I
PENDAHULUAN
1.1   Latar Belakang
Pasar adalah salah satu dari berbagai sistem, institusi, prosedur, hubungan sosial dan infrastruktur dimana usaha menjual barang, jasa dan tenaga kerja untuk orang-orang dengan imbalan uang. Barang dan jasa yang dijual menggunakan alat pembayaran yang sah seperti uang fiat.
Kegiatan ini merupakan bagian dari perekonomian. Ini adalah pengaturan yang memungkinkan pembeli dan penjual untuk item pertukaran. Persaingan sangat penting dalam pasar, dan memisahkan pasar dari perdagangan. Dua orang mungkin melakukan perdagangan, tetapi dibutuhkan setidaknya tiga orang untuk memiliki pasar, sehingga ada persaingan pada satu dari dua belah pihak.
Pasar bervariasi dalam ukuran, jangkauan, skala geografis, lokasi jenis dan berbagai komunitas manusia, serta jenis barang dan jasa yang diperdagangkan.
Terdapat banyak jemis-jenis pasar, salah satu diantaranya adalah pasar tradisional. Pasar tradisional merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli serta ditandai dengan adanya transaksi penjual pembeli secara langsung dan biasanya ada proses tawar-menawar, bangunan biasanya terdiri dari kios-kios atau gerai, los dan dasaran terbuka yang dibuka oleh penjual maupun suatu pengelola pasar.
Kebanyakan pasar tradisional menjual kebutuhan sehari-hari seperti bahan-bahan makanan berupa ikan, buah, sayur-sayuran, telur, daging, kain, pakaian barang elektronik, jasa dan lain-lain. Selain itu, ada pula yang menjual kue-kue dan barang-barang lainnya. Pasar seperti ini masih banyak ditemukan di Indonesia, dan umumnya terletak dekat dengan permukiman warga agar memudahkan pembeli untuk mencapai pasar. Pasar tradisional masuk kedalam kelompok pasar persaingan sempurna.
Selain itu, terdapat juga pasar yang lebih modern di era globalisasi ini. Seperti pasar swalayan. Semakin berkembangnya teknologi juga membuat manusia untuk menciptakan kembali berbagai jenis pasar. Namun pasar tradisional dan pasar swalayan mempunyai perbedaan. Dalam pasar swalayan tidak terjadi tawar menawar, karena harga dari suatu barang telah ditentukan.
Oleh karena itu, pada kesempatan kali ini, kami akan melakukan observasi langsung di lapangan ke beberapa macam lokasi pasar yang terletak di sekitar Denpasar dan Badung, untuk mengetahui lebih lanjut bagaimana bentuk-bentuk nyata dari beberapa jenis pasar serta ciri-ciri dari pasar tersebut.
1.2   Rumusan Masalah
Permasalahan yang akan kami bahas yaitu :
  1. Apa saja jenis-jenis pasar?
  2. Bagaimana ciri-cirinya?
  3. Contoh-contoh dari jenis pasar?
1.3   Tujuan
Tujuan penulisan laporan ini adalah untuk mengetahui :
  1. Jenis-jenis pasar.
  2. Ciri-ciri pasar dari jenis tersebut.
1.4   Metode Penelitian
  • Teknik Survei
Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan mengunjungi langsung lokasi pasar dan mengamati langsung semua proses yang terjadi.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1  Pasar
Pasar adalah tempat dimana terjadi interaksi antara penjual dan pembeli. Pasar di dalamnya terdapat tiga unsur, yaitu: penjual, pembeli dan barang atau jasa yang keberadaannya tidak dapat dipisahkan. Pertemuan antara penjual dan pembeli menimbulkan transaksi jual-beli, akan tetapi bukan berarti bahwa setiap orang yang masuk ke pasar akan membeli barang, ada yang datang ke pasar hanya sekedar main saja atau ingin berjumpa dengan seseorang guna mendapatkan informasi tentang sesuatu.
Fungsi pasar, terutama pasar tradisional bukan hanya sebagai tempat transaksi jual-beli, tetapi juga sebagai media komunikasi antara warga masyarakat desa yang bermukim di sekitar pasar. Pasar menjadi media sosial yang menghubungkan komunikasi antar manusia di suatu daerah. Berangkat dari hal ini, kami sebagai mahasiswa komunikasi yang sedang mempelajari proses komunikasi antar manusia, tertarik untuk meneliti proses komunikasi yang terjadi di dalam pasar tradisional.
2.2  Jenis-jenis pasar
2.2.1 Berdasarkan wujudnya :
Menurut wujudnya pasar dibedakan menjadi pasar konkret dan pasar abstrak.
a)      Pasar Konkret (pasar nyata)
Merupakan pasar yang menunjukkan suatu tempat terjadinya hubungan secara langsung (tatap muka) antara pembeli dan penjual. Barang yang diperjualbelikan pun berada di tempat tersebut. Misalnya pasar-pasar tradisional dan swalayan.
b)      Pasar Abstrak (tidak nyata)
Merupakan pasar yang menunjukkan hubungan antara penjual dan pembeli, baik secara langsung maupun tidak langsung, barangnya tidak secara langsung dapat diperoleh pembeli. Misalnya, pasar modal di Bursa Efek Indonesia.
2.2.2         Berdasarkan Waktu Terjadinya
1)      Pasar Harian
Merupakan pasar yang melakukan aktivitas setiap hari. Misalnya pasar pagi, toserba, dan warung-warung.
2)      Pasar Mingguan
Merupakan pasar yang melakukan aktivitas setiap satu minggu sekali. Misalnya pasar senin atau pasar minggu yang ada di daerah pedesaan.
3)      Pasar Bulanan
Merupakan pasar yang melakukan aktivitas setiap satu bulan sekali. Dalam aktivitasnya bisa satu hari atau lebih. Misalnya, pasar yang biasa terjadi di depan kantor-kantor tempat pensiunan atau purnawirawan yang mengambil uang tunjangan pensiunannya tiap awal bulan.
4)      Pasar Tahunan
Merupakan pasar yang melakukan aktivitas setiap satu tahun sekali. Kejadian pasar ini biasanya lebih dari satu hari, bahkan bisa mencapai lebih dari satu bulan. Misalnya Pekan Raya Jakarta, pasar malam, dan pameran pembangunan.
5)      Pasar Temporer
Merupakan pasar yang dapat terjadi sewaktu-waktu dalam waktu yang tidak tentu (tidak rutin) pasar ini biasanya terjadi pada peristiwa tertentu. Misalnya pasar murah, bazar, dan pasar karena ada perayaan kemerdekaan RI.
2.2.3 Berdasarkan Luas Jangkauannya
a. Pasar lokal merupakan pasar yang mempertemukan penjual dan pembeli dari berbagai daerah atau wilayah tertentu saja.
b. Pasar nasional merupakan pasar yang mempertemukan penjual dan pembeli dari berbagai daerah atau wilayah dalam suatu negara. Misalnya, pasar kayu putih di Ambon dan pasar tembakau di Deli.
c. Pasar internasional penjual dan pembeli dari berbagai negara. Misalnya pasar tembakau di Bremen Jerman.
2.2.4 Berdasarkan Hubungannya Dengan Proses Produksi
a. Pasar output (pasar produk) merupakan pasar yang memperjualbelikan barang-barang hasil produksi (biasanya dalam bentuk jadi).
b. Pasar input (pasar faktor produksi) merupakan interaksi antara permintaan dan penawaran terhadap barang dan jasa sebagai masukan pada suatu proses produksi (sumber daya alam, berupa bahan tambang, hasil pertanian, tanah, tenaga kerja, dan barang modal).
2.2.5 Berdasarkan Strukturnya (Jumlah Penjual Dan Pembeli)
Berdasarkan strukturnya, pasar dibedakan menjadi sebagai berikut:
  1. Pasar persaingan sempurna
Merupakan sebuah jenis pasar dengan jumlah penjual dan pembeli yang sangat banyak dan produk yang dijual bersifat homogen. Harga terbentuk melalui mekanisme pasar dan hasil interaksi antara penawaran dan permintaan sehingga penjual dan pembeli di pasar ini tidak dapat mempengaruhi harga dan hanya berperan sebagai penerima harga (price-taker). Barang dan jasa yang dijual di pasar ini bersifat homogen dan tidak dapat dibedakan. Semua produk terlihat identik.
Pembeli tidak dapat membedakan apakah suatu barang berasal dari produsen A, produsen B, atau produsen C. Oleh karena itu, promosi dengan iklan tidak akan memberikan pengaruh terhadap penjualan produk.
  • Karakteristik Pasar Persaingan Sempurna
-          Terdapat banyak penjual dan pembeli di dalamnya artinya tidak hanya satu penjual dan   pembeli yang ada di dalam pasar, jadi yang menentukan harga bukanlah pembeli atau penjual, tetapi keseluruhan interaksi antara pembeli dan penjual.
-          Barang yang diperjual belikan homogen (serupa), terkadang pembeli tidak dapat membedakan barang produksi suatu perusahaan dengan produksi perusahaan lainnya.
-          Perusahaan dapat dengan bebas keluar masuk pasar tersebut, suatu perusahaan bebas menentukan ingin keluar atau memasuki pasar persaingan sempurna karena hampir tidak ada hambatan bagi perusahaan untuk keluar ataupun masuk ke pasar tersebut.
  • Kelebihan Pasar Persaingan Sempurna
-    Harga jual barang dan jasa adalah yang termurah.
-    Jumlah Output Paling banyak sehingga rasio output per penduduk maksimal (kemakmuran maksimal).
-    Masyarakat merasa nyaman dalam mengonsumsi karena tidak perlu membuang waktu untuk memilih barang dan jasa (produk yang homogen).
-    Tidak takut ditipu dalam kualitas harga (informasi sempurna).
  • Kekurangan Pasar Persaingan Sempurna
-    Kelemahan dalam hal asumsi.
-    Kelemahan dalam pengembangan teknologi.
-    Konflik efisiensi keadilan.
2. Pasar persaingan tidak sempurna, terdiri atas:
1) Pasar Monopoli
Pasar monopoli (dari bahasa Yunani: monos, satu + polein, menjual) adalah suatu bentuk pasar di mana hanya terdapat satu penjual yang menguasai pasar. Penentu harga pada pasar ini adalah seorang penjual atau sering disebut sebagai “monopolis”.
Sebagai penentu harga (price-maker), seorang monopolis dapat menaikan atau mengurangi harga dengan cara menentukan jumlah barang yang akan diproduksi; semakin sedikit barang yang diproduksi, semakin mahal harga barang tersebut, begitu pula sebaliknya.
Walaupun demikian, penjual juga memiliki suatu keterbatasan dalam penetapan harga. Apabila penetapan harga terlalu mahal, maka orang akan menunda pembelian atau berusaha mencari atau membuat barang subtitusi (pengganti) produk tersebut atau lebih buruk lagi mencarinya di pasar gelap (black market).
  • Karakteristik pasar monopoli  :
-          Hanya ada satu produsen.
-          Produsen bebas menentukan harga.
-          Adanya hambatan bagi perusahaan lain untuk masuk ke dalam pasar monopoli.
-          Output yang besar karena permintaannya banyak.
-          Biaya marginal semakin lama semakin menurun, sehingga biaya produksi (AC) makin rendah (decreasing MC dan AC).
  • Kelebihan Pasar Monopoli
-          Mampu mengakumulasi laba super normal dalam jangka panjang.
-          Menghasilkan output yang besar melalui peningkatan efisiensi.
-          Mampu meningkatkan investasi ekonomi.
-          Meningkatkan kesehatan masyarakat melalui pengaturan harga dua tingkat ( two tier pricing).
  • Kelemahan Pasar Monopoli
-          Hilang atau berkurangnya tingkat kesejahteraan konsumen.
-          Menimbulkan eksploitasi terhadap konsumen dan pekerja.
-          Memburuknya kondisi makroekonomi nasional.
-          Memburuknya kondisi perekonomian Internasional.
2) Pasar Oligopoli
Pasar oligopoli adalah adalah pasar di mana penawaran satu jenis barang dikuasai oleh beberapa perusahaan. Umumnya jumlah perusahaan lebih dari dua tetapi kurang dari sepuluh.
Dalam pasar oligopoli, setiap perusahaan memposisikan dirinya sebagai bagian yang terikat dengan permainan pasar, di mana keuntungan yang mereka dapatkan tergantung dari tindak-tanduk pesaing mereka. Sehingga semua usaha promosi, iklan, pengenalan produk baru, perubahan harga, dan sebagainya dilakukan dengan tujuan untuk menjauhkan konsumen dari pesaing mereka.
Praktek oligopoli umumnya dilakukan sebagai salah satu upaya untuk menahan perusahaan-perusahaan potensial untuk masuk kedalam pasar, dan juga perusahaan-perusahaan melakukan oligopoli sebagai salah satu usaha untuk menikmati laba normal di bawah tingkat maksimum dengan menetapkan harga jual terbatas, sehingga menyebabkan kompetisi harga diantara pelaku usaha yang melakukan praktek oligopoli menjadi tidak ada.
Struktur pasar oligopoli umumnya terbentuk pada industri-industri yang memiliki capital intensive yang tinggi, seperti, industri semen, industri mobil, dan industri kertas.
  • Karakteristik Pasar Oligopoli
-          Sedikit produsen dalam suatu pasar, akibatnya keputusan yang diambil oleh satu produsen akan sangat mempengaruhi produsen yang lain. Oleh karena itu Produsen-produsen yang ada  saling bersepakat untuk melakukan tindakan bersama di dalam menentukan harga dan tingkat produksi.
-          Produk yang dihasilkan homogen atau sama, ada 2 tipe, yang pertama adalah produsen barang  standar atau bahan mentah, yang ke-dua adalah produsen barang yang berbeda corak, biasanya barang akhir atau barang jadi.
  • Kelebihan Pasar Oligopoli
-       Hanya sedikit perusahaan dalam Industri membuat saingan juga menjadi sedikit.
-       Oligopoli dengan produk difensiasi lebih mudah memprediksi reaksi-reaksi dari perusahaan lawan.
-       Oligopoli dengan produk yang homogen memiliki rintangan masuk ke dalam pasar yang relatif    kecil.
  • Kelemahan Pasar Oligopoli
-       Efisiensi hanya dicapai jika perusahaan memproduksi output dalam skala yang sangat besar.
-       Pengambilan keputusan yang sangat kompleks karena terdapat kompetisi non harga.
-       Membutuhkan kemampuan manajemen yang sangat baik karena kompleksnya persaingan.
3) Pasar Persaingan Monopolistik
Pasar persaingan monopolistik adalah salah satu bentuk pasar di mana terdapat banyak produsen yang menghasilkan barang serupa tetapi memiliki perbedaan dalam beberapa aspek. Penjual pada pasar monopolistik tidak terbatas, namun setiap produk yang dihasilkan pasti memiliki karakter tersendiri yang membedakannya dengan produk lainnya. Contohnya adalah : shampoo, pasta gigi, dll.
Meskipun fungsi semua shampoo sama yakni untuk membersihkan rambut, tetapi setiap produk yang dihasilkan produsen yang berbeda memiliki ciri khusus, misalnya perbedaan aroma, perbedaan warna, kemasan, dan lain-lain. Pada pasar monopolistik, produsen memiliki kemampuan untuk mempengaruhi harga walaupun pengaruhnya tidak sebesar produsen dari pasar monopoli atau oligopoli. Kemampuan ini berasal dari sifat barang yang dihasilkan.
Karena perbedaan dan ciri khas dari suatu barang, konsumen tidak akan mudah berpindah ke merek lain, dan tetap memilih merek tersebut walau produsen menaikkan harga. Misalnya, pasar sepeda motor di Indonesia. Produk sepeda motor memang cenderung bersifat homogen, tetapi masing-masing memiliki ciri khusus sendiri. Sebut saja sepeda motor Honda, di mana ciri khususnya adalah irit bahan bakar. Sedangkan Yamaha memiliki keunggulan pada mesin yang stabil dan jarang rusak.
Akibatnya tiap-tiap merek mempunyai pelanggan setia masing-masing.
Pada pasar persaingan monopolistik, harga bukanlah faktor yang bisa mendongkrak penjualan. Bagaimana kemampuan perusahaan menciptakan citra yang baik di dalam benak masyarakat, sehingga membuat mereka mau membeli produk tersebut meskipun dengan harga mahal akan sangat berpengaruh terhadap penjualan perusahaan.
Oleh karenanya, perusahaan yang berada dalam pasar monopolistik harus aktif mempromosikan produk sekaligus menjaga citra perusahaannya.
4) Pasar Monopsoni
Bentuk pasar ini merupakan bentuk pasar yang dilihat dari segi permintaan atau pembelinya. Dalam hal ini pembeli memiliki kekuatan dalam menentukan harga. Dalam pengertian ini, pasar monopsoni adalah suatu bentuk interaksi antara permintaan dan penawaran di mana permintaannya atau pembeli hanya satu perusahaan. Contoh yang ada di Indonesia seperti PT. Kereta Api Indonesia yang merupakan satu-satunya pembeli alat-alat kereta api.
5) Pasar Ologopsoni
Pasar oligopsoni adalah bentuk pasar dimana barang yang dihasilkan oleh beberapa perusahaan dan banyak perusahaan yang bertindak sebagai konsumen. Contoh Telkom, indosat, Mobile-8, excelcomindo adalah beberapa perusahaan pembeli infrastruktur telekomunikasi seluler.
BAB III
HASIL OBSERVASI
Dari survei dan observasi yang telah kami lakukan, di pasar-pasar yang terdapat di daerah sekitar Badung dan Denpasar. Berikut laporannya:
 capture-20130308-093541
capture-20130308-093614
capture-20130308-093633
capture-20130308-093656
capture-20130308-093714
capture-20130308-093731
capture-20130308-093752
capture-20130308-093809
capture-20130308-093826
capture-20130308-093843
6. Berdasarkan tabel diatas, jumlah pasar persaingan sempurna  < jumlah
pasar persaingan tak sempurna.
7. Bentuk pasar persaingan tidak sempurna yang kalian jumpai adalah monopoli, monopolistik, dan
oligopoli.
8. Pembentukan harga pada setiap pasar adalah ditentukan oleh keadaan pasar dan sesuai produsen.
9. Bentuk pasar yang paling dekat dengan kehidupan Anda sehari-hari ialah pasar oligopoli.
Yaitu pasar Indomaret.
Alasannya adalah  Indomaret terdapat dimana-mana, daan pesaing Indomaret juga banyak.
Diantaranya : Alfamart, Bintang, dsb.
capture-20130308-093901
BAB IV
PENUTUP
A.  Kesimpulan
Dari hasil survei kami ke beberapa pasar di daerah Badung dan Denpasar, kami dapat menyimpulkan bahwa terdapat banyak jenis pasar di sekitar Badung dan Denpasar. Jadi kita mengetahui jenis barang dagangan suatu pasar tersebut. Dan juga kita harus mampu mengidentifikasi ciri-ciri jenis pasar tersebut.
Selain itu, kita juga dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan pasar jenis tersebut.
 capture-20130308-093932
DAFTAR PUSTAKA
Sumberhttp://sideofardeliaini.wordpress.com/2013/03/06/laporan-observasi-pasar/